• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, March 5, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

TPDI Tantang Bupati Agas Buktikan Luas Lokasi Izin Pabrik Semen

by Redaksi Berita Flores
5 May 2020
in BERITA, HEADLINE, SOROTAN
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES- Banyak pihak baru mengetahui jika Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas telah mengeluarkan izin lokasi kepada PT. Semen Singa Merah untuk usaha tambang dan pabrik semen di atas tanah seluas 120 hektare milik warga kampung Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda.

Merespon hal tersebut, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus mengatakan, klarifikasi Bupati Agas, bahwa pihaknya telah memberikan izin lokasi, ibarat petir di siang bolong bagi sebagian besar masyarakat Manggarai Timur.

“Karena sejak kapan diajukan permohonan dan keluar rekomendasi hingga Bupati Agas mengeluarkan izin lokasi untuk PT. SSM dan PT. IMM, tidak pernah ada pengumuman resmi,” kritik Petrus.

Baca: Disentil soal Pabrik Semen, Uskup-Ruteng: Jangan Buat Provokasi

Ia menegaskan, hak kontrol publik dan media massa lantas mencurigai, ada sesuatu yang disembunyikan dalam proses dan mekanisme pemberian izin lokasi yang sangat tertutup ini. Petrus mengungkapkan, berdasarkan salah satu syarat hukum terkait izin lokasi adalah pemohon (PT. SM dan PT. IMM), menyampaikan “Pernyataan Tertulis” mengenai letak dan luas tanah yang sudah dikuasai olehnya, dan itu harus dibuktikan kebenarannya secara formil dan materil sebelum izin lokasi diterbitkan.

“Asas keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas, mengharuskan rekomendasi Kepala BPN dan izin lokasi dari Bupati Mantim harus dipublish sebagai dokumen publik, karena ada hak publik untuk tahu dalam rangka kontrol publik terhadap kinerja pemerintah, dalam pelayanan publik, apakah telah memenuhi syarat hukum atau tidak termasuk apakah PT. SSM dan PT. IMM benar-benar telah menguasai letak dan luas tanah yang dimohonkan izin lokasi atau tidak,” kata Petrus.

Ingin Ditutup-tutupi

Adovokat senior Peradi itu menjelaskan, rekomendasi dan izin lokasi yang diterbitkan Bupati Agas Andreas, bukan dokumen rahasia negara sehingga dirahasiakan, karena itu klarifikasi Bupati Agas, tanpa menunjukkan dokumen izin lokasi dan rekomendasi BPN, bisa jadi pintu masuk, mengungkap dugaan konspirasi jahat dan dugaan pemalsuan dokumen izin lokasi yang memerlukan kontrol publik dan pertanggungjawaban pidana.

Ia menerangkan, di dalam Peraturan Menteri Agraria Tentang Izin Lokasi, disebutkan bahwa “untuk keperluan menentukan luas areal yang ditunjuk dalam izin lokasi, perusahan pemohon wajib menyampaikan pernyataan tertulis mengenai letak dan luas tanah yang sudah dikuasai olehnya dan/atau pelaku usaha lainnya yang merupakan 1 (satu) group. Bahkan itu harus dibuktikan secara materil terkait telah dikuasainya luas dan letak obyek izin lokasi pabrik semen.

“Kenyataannya PT. SSM dan PT. IMM hingga saat ini secara faktual dan yuridis tidak menguasai tanah, baik yang terletak di Luwuk seluas 120 hektare maupun di Lingko Lolok seluas 599 Ha. Mengapa izin lokasi sudah diberikan kepada PT. SSM dan PT. IMM. Apakah ini siasat untuk menutup-nutupi soal ketidakbenaran “pernyataan tertulis” mengenai letak dan luas tanah yang telah dikuasai menurut peraturan Menteri Agraria,” tegas dia.

Dengan demikian pihaknya patut menduga bahwa PT. SM dan PT. IMM, telah membuat pernyataan tertulis yang isinya palsu tentang letak dan luas tanah yang sudah dikuasai atau pernyataan tertulis dimaksud tidak pernah diberikan kepada Bupati Agas, namun izin lokasi tetap diberikan, inilah yang jadi malapetaka dengan segala implikasi hukum yang ditimbulkan.

“Karena itu Bupati Agas harus jujur mengklarifikasi kebenaran syarat “pernyataan tertulis” tentang telah menguasai luas dan letak tanah yang ditunjuk dalam izin lokasi. Karena fakta di lapangan membuktikan PT. SSM dan PT. IMM tidak menguasai obyek izin lokasi, tetapi izin lokasi diberikan bupati. Maka pilihannya sekarang adalah batalkan izin lokasi atau digugat dan dipidana jika terbukti ada syarat yang tidak dipenuhi,” pungkas Petrus. (TIM).
 

Tags: TOLAK PABRIK SEMEN

BacaJuga

Dialog Bersama PPPK se-NTT, Gubernur Melki: Nasib PPPK Bukan Diskusi Bawah Meja

5 March 2026

Buka Forum Perangkat Daerah RKPD 2027, Bupati Hery Tekankan Disiplin Publikasi Dokumen Keuangan

4 March 2026

Gubernur NTT Minta Pendekatan Personal Pada PPPK

3 March 2026

Tahun Anggaran 2026, Pelaksanaan Progam Revitalisasi Rumah Adat di Manggarai Terus Berlanjut

3 March 2026

ARTIKEL TERKINI

Dialog Bersama PPPK se-NTT, Gubernur Melki: Nasib PPPK Bukan Diskusi Bawah Meja

5 March 2026

Buka Forum Perangkat Daerah RKPD 2027, Bupati Hery Tekankan Disiplin Publikasi Dokumen Keuangan

4 March 2026

Wakil Gubernur NTT Sarankan Negosiasi dengan Tiga Kementerian

4 March 2026

Gubernur NTT Minta Pendekatan Personal Pada PPPK

3 March 2026

BANYAK DIBACA

Gubernur NTT Minta Pendekatan Personal Pada PPPK

Keluhan Listrik Terjawab, Warga di Cibal Apresiasi Kinerja Anggota DPR RI Dipo Nusantara dan Thomas Tahir

Jalan Rusak, Nyawa Terancam: Menggugat Hak Warga Atas Buruknya Infrastruktur Jalan di Manggarai Timur

Pilkades Manggarai 2026, Andi Paju Nyatakan Siap Maju: Bawa Komitmen Bangun Desa Barang dengan Inovasi Baru

Wakil Ketua II DPRD Manggarai Tampung Aspirasi Warga Kelurahan Pagal

Pastoral yang Membumi: Hadir dan Mendengar Suara Umat

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores