• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Tuesday, February 10, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Kepsek SMKN 1 Lamba Leda Bantah Lakukan Pungli Dana PIP

by Redaksi Berita Flores
3 November 2018
in BERITA, HEADLINE, HUKUM, PENDIDIKAN, SOROTAN
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

BORONG, BERITA FLORES — Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Lamba Leda, Silvianus Antus membantah dugaan pungutan liar (Pungli) dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang diperuntukan bagi siswa penerima di sekolah itu.

“Sekali lagi saya tidak setuju kalau itu dikatakan pungutan liar. Ini persoalan tutup biaya yang sudah keluar berkaitan dengan urusan pencairan dana PIP. Tentu kami ikuti petunjuk teknis PIP itu,” ujarnya kepada Beritaflores.com melalui layanan WhatsApp Jumat, 2 November 2018.

Baca Juga: Kepsek SMK Negeri 1 Lamba Leda, Diduga Lakukan Pungli Dana PIP

Ia juga membantah jika dikatakan tindakan pemotongan sebesar Rp.50.000 dana PIP milik siswa bukan pungutan liar. Sebab menurut dia, nominal pemotangan itu merupakan hasil kesepakatan saat rapat Komite bersama orangtua siswa.

“Satu yang saya pegang sudah sering melakukan tindakan melawan hukum. Yang benar pernyataan ini,” katanya.

Menurut Kepsek Silvianus, tidak bisa dikatakan pungutan liar, apabila tidak memiliki data yang cukup valid.

“Setiap orangtua siswa wajib menyampaikan kepada Kepala Sekolah berkaitan PIP dan sering disampaikan saat rapat komite. Sehingga selama ini lancar – lancar saja,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Beritaflores.com bahwa sebagain dana yang dipotong tersebut digunakan untuk biaya transportasi para guru saat pengurusan dana PIP. Selain itu, untuk membiayai fotocopi berkas sebagai persyaratan dalam melakukan pencairan dana PIP.

Baca Juga: Sejumlah Tokoh Soroti Dugaan Pungli Dana PIP di SMKN 1 Lamba Leda

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, SMKN 1 Lamba Leda, Ignasius Buje tidak menjelaskan secara pasti total jumlah siswa penerima dana PIP di sekolah itu.

“Kalau tahap pertama jumlah siswanya ada 42 orang, tahap kedua ada 80 lebih siswa, tahap ketiga ada 3 orang, dan tahap ke empat ada 90 lebih siswa,” jelasnya.

Dia menyebut, tahapan kedua dan tahapan ke empat tidak dilakukan pencairan dana PIP untuk semua siswa di SMKN 1 Lamba Leda, karena sebagian siswa penerima telah pindah ke sekolah lain.

“Total yang tidak cair itu ada 10 orang karena siswa yang bersangkutan itu sudah pindah dan ada juga yang tidak bersekolah lagi,” kata Egi kepada wartawan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Jumat, 2 November 2018.

Ketika ditanya berapa besaran anggaran yang digunakan untuk biaya operasional dalam proses pencairan PIP, dirinya tidak menjawab secara tegas. Dia bahkan terlihat kaku menjawab pertanyaan yang diajukan Beritaflores.com.

“Kami tidak sepakat dengan kata pemotongan itu tapi tepatnya untuk membiayai proses pencairan dana PIP itu di Bank. Karena dalam juknis pencairan PIP ini ada dua sistem yaitu dicairkan oleh sisiwa atau dicairkan secara kolektif,” ungkapnya.

Semantara itu, total penerima Program Indonesia Pintar di SMK Negeri 1 Lamba Leda berjumlah 215 lebih siswa dan jika dikalikan Rp.50.000 maka jumlahnya cukup fantastis.

Hitungan Beritaflores.com, apabila semua siswa penerima PIP dipungut biaya, maka total uang yang terkumpul sebanyak Rp.10.750.000. Bahkan siswa penerima di sekolah itu dipastikan lebih dari angka 215 orang.

Berdasarkan pengakuan orangtua siswa sebelumnya, nominal pemotongan pun bervariatif setiap kali proses pencairan, mulai dari Rp.50.000 hingga Rp.100.000 setiap siswa penerima. (POLCE/NAL/FDS/BEF).

Tags: KASUS PUNGLI DANA PIPKEPSEK SMKN 1 LAMBA LEDASILVIANUS ANTUS

BacaJuga

Melki Laka Lena Minta Pers Kritis Mengawal Pembangunan dan Dinamika Demokrasi

9 February 2026

Tersangkut Bebatuan Sungai, Korban Terseret Arus di Lemarang Ditemukan Tak Bernyawa

9 February 2026

Berkebun Nyebrangi Sungai Wae Lokom, IRT di Lemarang  Hanyut Terbawa Arus Deras

9 February 2026

Kunjungi Jerebuu, Melki Laka Lena Sentil Masalah Kemiskinan di NTT: ‘Harus Kami Benahi Kinerja Kami’

8 February 2026

ARTIKEL TERKINI

Melki Laka Lena Minta Pers Kritis Mengawal Pembangunan dan Dinamika Demokrasi

9 February 2026

Tersangkut Bebatuan Sungai, Korban Terseret Arus di Lemarang Ditemukan Tak Bernyawa

9 February 2026

Berkebun Nyebrangi Sungai Wae Lokom, IRT di Lemarang  Hanyut Terbawa Arus Deras

9 February 2026

Kunjungi Jerebuu, Melki Laka Lena Sentil Masalah Kemiskinan di NTT: ‘Harus Kami Benahi Kinerja Kami’

8 February 2026

BANYAK DIBACA

Bupati Hery Nabit Lantik 4 Pejabat Eselon II, Camat Reok Barat jadi Kadis PMD Manggarai

Siswa SD Berusia 10 Tahun di Ngada, NTT Gantung Diri Diduga karena Tak Mampu Beli Buku

Pemda Manggarai Resmi Serahkan 991 SK PPPK Paruh Waktu, BKN Batalkan 1 Orang karena Bermasalah

Tersangkut Bebatuan Sungai, Korban Terseret Arus di Lemarang Ditemukan Tak Bernyawa

NTT Mart UBSP Lembu Nai, Ajang Kompetisi UMKM dan Perluas Akses Pasar Produk Lokal

Berkebun Nyebrangi Sungai Wae Lokom, IRT di Lemarang  Hanyut Terbawa Arus Deras

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores