• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Monday, January 12, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Ruangan Kelas Terbatas, Siswa SMPN 7 Lamba Leda Belajar di Kapela

by Redaksi Berita Flores
12 January 2018
in BERITA, HEADLINE, PENDIDIKAN, SOROTAN
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

BORONG, BERITA FLORES – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sebagian siswa SMP Negeri 7 Kecamatan Lamba Leda, di Wae Rambung, Desa Golo Munga Barat, Manggarai Timur – NTT, terpaksa berlangsung di Kapela (rumah ibadah Katolik berukuran lebih kecil dari gereja-red).

Salah satu guru SMP Negeri 7 Lamba Leda, Fransiskus Luda mengatakan sejak berdirinya sekolah itu pada tahun 2002 silam, Kapela Stasi Wae Rambung acap kali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sekolah yang terletak di Wae Rambung, Desa Golo Munga Barat, Lamba Leda itu sebelumnya milik Yayasan Katolik St. Ludovikus Manggas. Namanya saat itu SMP Katolik St. Ludovikus Manggas.

Namun kata Frans, pada tahun 2011 SMP Katolik milik Sebinus B. Suhardi itu diserahkan tanpa imbalan jasa kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Selanjutnya seluruh aset sekolah tersebut menjadi milik Pemerintah.

Dengan demikian, lanjut dia bupati Manggarai Timur, Yoseph Tote mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pada tanggal 21 Februari 2011 tentang perubahan nama SMP Katolik St. Ludovikus Manggas menjadi SMPN 7 Lamba Leda.

“Siswa terpaksa belajar di Kapela karena keterbatasan ruangan kelas,” ujarnya kepada wartawan di Ruteng, Kamis, 11 Januari 2018.

Menurut Frans, kondisi itu sudah berlansung lama, tetapi pihak SMPN 7 biasanya menggunakan dua shift dalam melaksanakan KBM.

“Untuk mengatasi kekurangan ruangan, kami juga pernah membagi siswa. Ada yang sekolah pagi dan ada sebagian siswa mengikuti pelajaran pada sore hari,” tuturnya.

Baca Juga : Terkait Ruangan Kelas Terbatas, Ini Tanggapan Kadis Pendidikan Matim

Frans menilai SMP Negeri 7 Lamba Leda masih belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Timur.

“Kami mengingikan pihak pemerintah Manggarai Timur agar ada penambahan ruangan baru,” tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Sekolah SMPN 7 Lamba Leda, Fidelis Fedin membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan pihaknya sudah 3 tahun menggunakan Kapela untuk aktivitas belajar mengajar.

“Iya benar. Kami masih menggunakan Kapela Stasi Wae Rambung. Karena kekurangan ruangan kelas,” ujarnya kepada Beritaflores.com melalui WhatsApp Kamis, 11 Januari 2018.

Lebih lanjut ia katakan, SMPN 7 Lamba Leda kekurangan sebanyak 3 ruangan kelas. Meski mereka menggunakan alternatif lain seperti Kapela, Kantor dan Perpustakaan untuk melaksanakan KBM.

“Kami sekolah pagi dan sore. Namun setelah dianalisis siswa yang sekolah pagi hasilnya lebih baik dibandingkan sekolah sore. Sehingga kami sekarang minta kepada Ketua Stasi supaya gunakan Kapela agar semuanya sekolah pagi,” jelasnya.

“Layaknya di SMPN 7 Lamba Leda harus tambah 3 ruangan lagi,”

Menurut Kepsek Fidel, siswa kurang berkosentrasi dalam menerima pelajaran karena ruang Kapela terlalu luas. Selain itu kata dia, Kapela yang seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan rohani, terpakasa digunakan KBM. Bahkan siswa yang menggunakan Kapela mengaku merasa dianaktirikan.

Kepsek Fidel berharap kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk menambah ruangan kelas dan fasilitas lain di SMPN 7 Lamba Leda.

“Harapan kami dalam anggaran perubahan yang akan datang Dinas P & K Matim mengalokasikan dana untuk bangun 3 ruangan kelas di SMPN 7 Lamba Leda. Sehingga siswa yang masih menggunakan Kapela bisa belajar dengan fasilitas yang lebih layak dan nyaman,” harapnya.

Saat ini, jumlah ruangan yang terpakai di SMPN 7 Lamba Leda hanya 5 ruangan kelas. Tiga ruangan merupakan peninggalan Yayasan St. Ludovikus Manggas. Sedangkan dua lainnya dibangun Pemda Matim tahun 2014 lalu. Satu ruangan dipakai untuk Kantor dan Perpustakaan. Sehingga hanya 4 ruangan yang dipakai KBM.

Sementara jumlah siswa di sekolah itu sebanyak 180 siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, Fredericha Sock belum berhasil dikonfirmasi. Meski berkali kali dihubungi, namun nomor ponselnya tidak aktif.

Penulis : Ronald Tarsan

Tags: Fidelis FedinFransiskus LudaKadis Pendidikan Manggarai TimurSMPN 7 Lamba Leda

BacaJuga

Motor Supra X Tabrak Pick Up di Bahong, Pengendara Patah Tulang Leher

12 January 2026

Intensitas Hujan Tinggi, Pemkab Imbau Warga Manggarai Waspada Akan Bencana 

12 January 2026

PPK Jalan Nasional Ruteng–Reo Kerahkan Alat Berat ke Lokasi Longsor di Cibal

12 January 2026

Budaya Manggarai dapat Pengakuan Nasional, Felix Edon Bangga dengan Bupati Hery Nabit

12 January 2026

ARTIKEL TERKINI

Motor Supra X Tabrak Pick Up di Bahong, Pengendara Patah Tulang Leher

12 January 2026

Intensitas Hujan Tinggi, Pemkab Imbau Warga Manggarai Waspada Akan Bencana 

12 January 2026

PPK Jalan Nasional Ruteng–Reo Kerahkan Alat Berat ke Lokasi Longsor di Cibal

12 January 2026

Budaya Manggarai dapat Pengakuan Nasional, Felix Edon Bangga dengan Bupati Hery Nabit

12 January 2026

BANYAK DIBACA

Breaking News: Seorang Pengunjung Wisata ‘Tiwu Pai’ di Reok Barat Tenggelam dan Belum Ditemukan

Breaking News: Longsor Lumpuhkan Akses Lalu Lintas Jalan Nasional Ruteng-Reo

Presentasi Budaya di Forum PWI, Bupati Manggarai jadi Satu Kandidat Kuat dalam Ajang Anugerah Kebudayaan 2026

Motor Supra X Tabrak Pick Up di Bahong, Pengendara Patah Tulang Leher

Upaya Pencarian Korban Tenggelam Dilanjutkan Besok, Pengelola Wisata ‘Tiwu Pai’: ‘Segala Upaya Sudah Saya Lakukan’

Ikut Presentasi Budaya di Jakarta, Bupati Manggarai Tampil Gagah Berwibawa dengan Busana Adat Manggarai

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores