• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Sunday, June 28, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Plan Indonesia: Pelaksanaan STBM Harus Menjadi Budaya

by Redaksi Berita Flores
19 October 2021
in BERITA, HEADLINE, KESEHATAN
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES – Yayasan Plan International Indonesia atau Plan Indonesia mengajak masyarakat Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) agar pelaksanaan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) harus menjadi budaya bersama.

Provincial Coordinator Project WfW (Water for Women) Julliani F. Talan menjelaskan hal itu saat Workshop Kesepakatan Kerja Sama Antara Puskesmas dan Sekolah tentang STBM MKM Sekolah di Aula Efata Ruteng pada Selasa, 19 Oktober 2021.

Ia menjelaskan, kesepakatan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar siswa serta pendidik melalui STBM. Juliani mengungkapkan, ada sebanyak 12 sekolah baik sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan SLB di daerah itu menjadi pilot project Plan Indonesia.

Selain lembaga pendidikan tingkat SMP, lembaga pendidikan setingkat SD dan juga SLB menjadi pilot project Plan Indonesia.

“Meningkatkan perilaku hidup bersih dan merubah sesuatu yang buruk menjadi lebih baik,” ujarnya saat presentasi materi STBM dan MKM.

Sekretaris Bappelitbangda Kabupaten Manggarai Natalia Dugis saat membuka kegiatan secara resmi. (Foto: Beritaflores).

Juliani mengaku, sejauh ini pihaknya telah memberikan sumbangan sarana dan prasarana seperti tandon sebagai tempat penampungan air bersih, sarana cuci tangan, masker dan sejumlah alat pelindung diri (APD) lainnya untuk mendukung program STBM tersebut.

Juliani mengaku, Yayasan Plan International Indonesia yang dibiayai oleh pemerintah Australia telah dan akan membangun sebanyak 24 unit jamban inklusi di 12 sekolah dan 12 pustu, 47 sarana CTPS yang inklusi di 12 sekolah, 23 puskesmas dan 12 pustu serta pemberian APD ke sekolah, PKM, RS dan Pusat Karantina Golo Dukal.

Kepala Sekolah SMPN 1 Ruteng, Cancar Doroteus Jemuru mengapresiasi Plan Indonesia karena telah memotivasi dan mendorong lembaga pendidikan dan puskesmas untuk menjalin kerja sama dalam melaksanakan lima pilar STBM dan Manajemen Kesehatan Menstruasi (MKM) di sekolah.

Menurut Kepsek Doroteus, kegiatan ini merupakan bentuk edukasi terhadap generasi mendatang agar pelaksanaan lima pilar STBM dan MKM di sekolah bisa menjadi budaya bersama.

“Ketika kami dipercayakan menjadi sekolah pilot project dari Plan Indonesia, tentu harapannya adalah setelah kami praktek di sekolah, maka kami akan mengimbaskan STBM ke sekolah-sekolah lain di sekitarnya,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela kegiatan itu.

Sementara Sekretaris Bappelitbangda Kabupaten Manggarai Natalia Dugis mengatakan, pihaknya meminta komitmen baik dari kepala sekolah maupun kepala puskesmas yang telah menjadi pilot project Plan Indonesia untuk melaksanakan lima pilar STBM dan MKM di sekolah.

Ia juga meminta lembaga pendidikan maupun puskesmas untuk tidak lagi bergantung kepada Plan Indonesia dalam melaksanakan lima pilar STBM dan MKM. Sebab kontrak kerja sama antara Pemerintah Daerah Manggarai dan Plan Indonesia akan segera berakhir pada tahun 2022 mendatang.

“Sebenarnya tanpa perjanjian pun, tetap dilaksanakan lima pilar STBM. Salah satunya bisa menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah)”, ujarnya.

Berdasarkan pantauan wartawan, tampak para kepala sekolah dan kepala puskesmas menandatangani kesepakatan kerja sama untuk melaksanakan STBM dan MKM di sekolah sebagai bukti komitmen mereka.

Adapun peserta yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 30 orang terdiri dari kepala sekolah, guru UKS, kepala puskesmas; sanitarian, Promkes dan perwakilan Pokja AMPL Dinkes dan Dinas Pendidikan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Setiap peserta wajib melakukan Rapid Antigen Test (RAg). Selain itu, para peserta juga diberikan sand sanitizer, menggunakan masker, dan duduk dalam jarak aman.

Penulis: Ronald Habe

BacaJuga

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

25 June 2026

Kadis Aloisius: Empat Destinasi Wisata Andalan Manggarai Jadi Penyumbang PAD

25 June 2026

Tiket Masuk Rp 20 Ribu di Destinasi Wisata Baru Poco Likang Tuai Sorotan, Begini Kata BKSDA NTT

25 June 2026

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

23 June 2026

ARTIKEL TERKINI

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

25 June 2026

Kadis Aloisius: Empat Destinasi Wisata Andalan Manggarai Jadi Penyumbang PAD

25 June 2026

Tiket Masuk Rp 20 Ribu di Destinasi Wisata Baru Poco Likang Tuai Sorotan, Begini Kata BKSDA NTT

25 June 2026

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

23 June 2026

BANYAK DIBACA

Tiket Masuk Rp 20 Ribu di Destinasi Wisata Baru Poco Likang Tuai Sorotan, Begini Kata BKSDA NTT

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

Panitia Matangkan Persiapan Turnamen U-15 di Kecamatan Cibal

Kadis Aloisius: Empat Destinasi Wisata Andalan Manggarai Jadi Penyumbang PAD

Wujud Komitmen Kecamatan Ramah Anak, Camat Cibal Buka Turnamen Sepak Bola U-15

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores