• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Friday, October 23, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Pupuk Subsidi Berkurang, Produksi Pangan di Manggarai Berpotensi Menurun

by Redaksi Berita Flores
23 March 2021
in BERITA, HEADLINE
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES —Upaya petani di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka meningkatkan hasil pangan terhambat dengan kebijakan pemerintah pusat yang hanya mengalokasikan pupuk subsidi sebanyak 5560 ton dari 26.828 ton yang diusulkan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Yosep Mantara melalui Kepala Bidang Penyuluhan, Sarana dan Prasarana Yuliana Adur mengatakan, jumlah pupuk subsidi yang dialokasikan pemerintah pusat tahun 2021 untuk Kabupaten Manggarai hanya 5560 ton atau hanya 27 persen dari 26.828 ton yang diusulkan.

“Melalui Dinas Pertanian Provinsi, total usulan kami ada 26.826 ton sedangkan yang dialokasikan hanya 5560 ton saja” Kata Yul Adur kepada wartawan Senin, 22 Maret 2021.

Ia menjelaskan meskipun kuota pupuk subsidi yang dialokasikan pemerintah sangat sedikit, namun bisa dipastikan semua petani yang telah terdaftar dalam RDKK bisa mendapatkan bagian tetapi jumlahnya tidak sesuai dengan kebutuhan petani. “Kita bisa pastikan dengan jumlah kuota yang terbatas, semua petani mendapat bagian tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Produksi Pangan Berpotensi Menurun

Akibat dari kekurangan pupuk subsidi kata dia, hasil produksi pangan di Kabupaten Manggarai diperkirakan menurun dari target yang ada. “Terbatasnya jumlah pupuk subsidi dari yang diusulkan tentu bisa berdampak pada menurunnya hasil produksi pertanian dari target yang ada,” beber Yul.

Ia berharap di tengah kekurangan kuota pupuk bersubsidi tersebut petani diharapkan bisa membeli pupuk non subsidi meskipun harganya cukup tinggi. “Satu-satunya cara untuk mengatasi kekurangan pupuk bersubsidi, petani harus berani untuk membeli pupuk non subsidi,” tutup dia. (R11/TIM).

BacaJuga

Pemda Manggarai Gunakan Anggaran Rp 4,4 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Puni Ruteng

21 October 2026

Kontingen POPDA 2026 Dilepas, Sportivitas dan Disiplin jadi Pengingat Bagi Atlet

19 October 2026

Kepsek Apresiasi Bantuan Pengadaan RKD dari Pemda Manggarai

19 October 2026

Dana Revit 1,6 Miliar di SMPN 2 Wae Ri’i Masuk Tahap Pelaksanaan

17 October 2026

ARTIKEL TERKINI

Pemda Manggarai Gunakan Anggaran Rp 4,4 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Puni Ruteng

21 October 2026

Kontingen POPDA 2026 Dilepas, Sportivitas dan Disiplin jadi Pengingat Bagi Atlet

19 October 2026

Kepsek Apresiasi Bantuan Pengadaan RKD dari Pemda Manggarai

19 October 2026

Dana Revit 1,6 Miliar di SMPN 2 Wae Ri’i Masuk Tahap Pelaksanaan

17 October 2026

BANYAK DIBACA

Dana Revit 1,6 Miliar di SMPN 2 Wae Ri’i Masuk Tahap Pelaksanaan

Petani di Manggarai Mengaku Terbantu dengan Kehadiran Alsintan Combine Harvester: Hemat dan Praktis

Bulan Bahasa: Ajang Tumbuhkan Minat Bakat Siswa SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo Berliterasi

Kepsek Apresiasi Bantuan Pengadaan RKD dari Pemda Manggarai

Pemda Manggarai Gunakan Anggaran Rp 4,4 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Puni Ruteng

4 Pj Kades Dilantik, Camat Cibal: Ini Tugas Mulia dan Laksanakan dengan Penuh Tanggung Jawab

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores