• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, July 2, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Pupuk Subsidi Berkurang, Produksi Pangan di Manggarai Berpotensi Menurun

by Redaksi Berita Flores
23 March 2021
in BERITA, HEADLINE
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES —Upaya petani di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka meningkatkan hasil pangan terhambat dengan kebijakan pemerintah pusat yang hanya mengalokasikan pupuk subsidi sebanyak 5560 ton dari 26.828 ton yang diusulkan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Yosep Mantara melalui Kepala Bidang Penyuluhan, Sarana dan Prasarana Yuliana Adur mengatakan, jumlah pupuk subsidi yang dialokasikan pemerintah pusat tahun 2021 untuk Kabupaten Manggarai hanya 5560 ton atau hanya 27 persen dari 26.828 ton yang diusulkan.

“Melalui Dinas Pertanian Provinsi, total usulan kami ada 26.826 ton sedangkan yang dialokasikan hanya 5560 ton saja” Kata Yul Adur kepada wartawan Senin, 22 Maret 2021.

Ia menjelaskan meskipun kuota pupuk subsidi yang dialokasikan pemerintah sangat sedikit, namun bisa dipastikan semua petani yang telah terdaftar dalam RDKK bisa mendapatkan bagian tetapi jumlahnya tidak sesuai dengan kebutuhan petani. “Kita bisa pastikan dengan jumlah kuota yang terbatas, semua petani mendapat bagian tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Produksi Pangan Berpotensi Menurun

Akibat dari kekurangan pupuk subsidi kata dia, hasil produksi pangan di Kabupaten Manggarai diperkirakan menurun dari target yang ada. “Terbatasnya jumlah pupuk subsidi dari yang diusulkan tentu bisa berdampak pada menurunnya hasil produksi pertanian dari target yang ada,” beber Yul.

Ia berharap di tengah kekurangan kuota pupuk bersubsidi tersebut petani diharapkan bisa membeli pupuk non subsidi meskipun harganya cukup tinggi. “Satu-satunya cara untuk mengatasi kekurangan pupuk bersubsidi, petani harus berani untuk membeli pupuk non subsidi,” tutup dia. (R11/TIM).

BacaJuga

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

25 June 2026

Kadis Aloisius: Empat Destinasi Wisata Andalan Manggarai Jadi Penyumbang PAD

25 June 2026

Tiket Masuk Rp 20 Ribu di Destinasi Wisata Baru Poco Likang Tuai Sorotan, Begini Kata BKSDA NTT

25 June 2026

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

23 June 2026

ARTIKEL TERKINI

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

25 June 2026

Kadis Aloisius: Empat Destinasi Wisata Andalan Manggarai Jadi Penyumbang PAD

25 June 2026

Tiket Masuk Rp 20 Ribu di Destinasi Wisata Baru Poco Likang Tuai Sorotan, Begini Kata BKSDA NTT

25 June 2026

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

23 June 2026

BANYAK DIBACA

Tiket Masuk Rp 20 Ribu di Destinasi Wisata Baru Poco Likang Tuai Sorotan, Begini Kata BKSDA NTT

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

Kadis Aloisius: Empat Destinasi Wisata Andalan Manggarai Jadi Penyumbang PAD

Wujud Komitmen Kecamatan Ramah Anak, Camat Cibal Buka Turnamen Sepak Bola U-15

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

Panitia Matangkan Persiapan Turnamen U-15 di Kecamatan Cibal

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores