• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Tuesday, May 12, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Pupuk Subsidi Berkurang, Produksi Pangan di Manggarai Berpotensi Menurun

by Redaksi Berita Flores
23 March 2021
in BERITA, HEADLINE
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES —Upaya petani di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka meningkatkan hasil pangan terhambat dengan kebijakan pemerintah pusat yang hanya mengalokasikan pupuk subsidi sebanyak 5560 ton dari 26.828 ton yang diusulkan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Yosep Mantara melalui Kepala Bidang Penyuluhan, Sarana dan Prasarana Yuliana Adur mengatakan, jumlah pupuk subsidi yang dialokasikan pemerintah pusat tahun 2021 untuk Kabupaten Manggarai hanya 5560 ton atau hanya 27 persen dari 26.828 ton yang diusulkan.

“Melalui Dinas Pertanian Provinsi, total usulan kami ada 26.826 ton sedangkan yang dialokasikan hanya 5560 ton saja” Kata Yul Adur kepada wartawan Senin, 22 Maret 2021.

Ia menjelaskan meskipun kuota pupuk subsidi yang dialokasikan pemerintah sangat sedikit, namun bisa dipastikan semua petani yang telah terdaftar dalam RDKK bisa mendapatkan bagian tetapi jumlahnya tidak sesuai dengan kebutuhan petani. “Kita bisa pastikan dengan jumlah kuota yang terbatas, semua petani mendapat bagian tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Produksi Pangan Berpotensi Menurun

Akibat dari kekurangan pupuk subsidi kata dia, hasil produksi pangan di Kabupaten Manggarai diperkirakan menurun dari target yang ada. “Terbatasnya jumlah pupuk subsidi dari yang diusulkan tentu bisa berdampak pada menurunnya hasil produksi pertanian dari target yang ada,” beber Yul.

Ia berharap di tengah kekurangan kuota pupuk bersubsidi tersebut petani diharapkan bisa membeli pupuk non subsidi meskipun harganya cukup tinggi. “Satu-satunya cara untuk mengatasi kekurangan pupuk bersubsidi, petani harus berani untuk membeli pupuk non subsidi,” tutup dia. (R11/TIM).

BacaJuga

Dukungan Mengalir: Fransiskus Levens Optimis Duduki Kursi Kades Longko di Pilkades 2026

11 May 2026

Modernisasi Pertanian: Pj. Sekda Manggarai Buka Pelatihan Operator Combine Harvester

7 May 2026

Dari Timur NTT hingga Flores, BGN Pastikan Data Penerima MBG Tepat Sasaran

5 May 2026

Gunakan Mesin Digital, Kanis Nasak Optimis Tingkatkan PAD Sesuai Target

5 May 2026

ARTIKEL TERKINI

Dukungan Mengalir: Fransiskus Levens Optimis Duduki Kursi Kades Longko di Pilkades 2026

11 May 2026

Modernisasi Pertanian: Pj. Sekda Manggarai Buka Pelatihan Operator Combine Harvester

7 May 2026

Dari Timur NTT hingga Flores, BGN Pastikan Data Penerima MBG Tepat Sasaran

5 May 2026

Gunakan Mesin Digital, Kanis Nasak Optimis Tingkatkan PAD Sesuai Target

5 May 2026

BANYAK DIBACA

Dukungan Mengalir: Fransiskus Levens Optimis Duduki Kursi Kades Longko di Pilkades 2026

Fabi Abu Lantik 19 Kepala SMP di Manggarai, Berikut Daftar Namanya!

Modernisasi Pertanian: Pj. Sekda Manggarai Buka Pelatihan Operator Combine Harvester

Respon Penolakan Warga, Manajemen Perusahaan Porang di Reo Komit Operasional Tetap Berlanjut

Tak Lagi Pikirkan Pasar, Petani Porang Antusias PT Agro Porang Nusantara Hadir di Reo

Pemilik Perusahaan Pastikan Aktivitas Pengolahan Porang di Reo Beroperasi Ramah Lingkungan

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores