RUTENG, BERITA FLORES – Proses pencarian korban tenggelam di sungai Wae Pesi, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami hambatan karena cuaca ekstrem seperti air keruh, angin kencang hingga arus sungai yang deras. Kegiatan pencarian korban terus berlanjut pada Kamis pagi, 4 Februari 2021 mulai pukul 09.00 waktu setempat.
Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo melalui Paur Subag Humas Polres Manggarai, IPDA I Made Mudiarsa menjelaskan hal itu kepada wartawan di Ruteng pada Kamis, 4 Februari 2021.
“Upaya pencarian terhadap korban tenggelam di sungai Wae Pesi mengalami hambatan karena faktor cuaca di mana angin kencang dan arus sungai yang deras, serta kondisi air sungai yang keruh,” ujarnya.
Ipda I Made menuturkan, kegiatan pencarian dilakukan terhadap korban tenggelam di sungai Wai Pesi Reo. Ia menjelaskan, upaya pencarian dilakukan oleh Tim Gabungan Polsek Reo, Sat Pol air Polres Manggarai, Koramil Reo, Tim Basarnas Kabupaten Manggarai Barat dan masyarakat kecamatan Reok yang di pimpin langsung oleh Kapolsek Reo IPDA Agustian Sura Pratama, S.Tr.K.
Ipda menambahkan, proses pencarian dilakukan menggunakan satu (1) unit kapal Sat Polair, satu (1) unit perahu karet Basarnas, dan tiga (3) unit perahu kayu milik nelayan. “Sampai saat ini korban tenggelam di sungai Wae Pesi masih belum ditemukan,” pungkas dia.
Hal senada disampaikan Lurah Reok, Theobaldus Junaidin. Ia mengatakan, proses pencarian terhadap seorang korban yang merupakan santri Pondok Pesantren Pancasila Reo sedang berlangsung sampai saat ini.
“Dengan melibatkan Basarnas, Polsek dan Polairut Reo, Koramil Reo, Pemerintah Kecamatan dan nelayan lokal,” jelas dia.
Lurah Junaidin mengungkapkan, ada beberapa titik menjadi lokasi pencarian korban tenggelam antara lain, sungai Wae Pesi Reo, Pantai Serise, Nanga Lirang, Pantai Sengari, dan Tampode.
“Hingga siang ini, korban belum ditemukan,” kata Lurah Junaidin. (TIM).



