RUTENG, BERITA FLORES – Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas PUPR, melakukan rehabilitasi drainase di sejumlah titik dalam wilayah Kota Ruteng, Kecamatan Langke Rembong. Pekerjaanya terus dipacu dengan tenggat waktu Desember 2026.
Program ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan sekaligus meminimalkan risiko genangan air ketika curah hujan mulai meningkat. Kegiatan fisik ini dibiayai dari dana pijaman daerah di Bank NTT tahun anggaran sebesar Rp 1.433.294.289.
Kepala Dinas PUPR Manggarai, Epit Turut melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sipri Bongso yang ditemui, Kamis (29/10/2026) menjelaskan kegiatan rehabilitasi sistem drainase perkotaan yang bersumber dari dana pinjaman, saat ini sedang action atau berlangsung.
Lanjut Sipri, satu paket kegiatan fisik dari bidang Cipta Karya Dinas PUPR Manggarai itu menyebar di sejumlah titik dalam wilayah kecamatan Langke Rembong, yakni wilayah Waso, Konggang, Wae Palo, Pasar Puni, Tenda, dan Pitak.
Ia menerangkan, proyek senilai Rp 1,4 miliar ini dikontrak pada 2 September 2026 dengan waktu pelaksana 190 hari kalender atau selesai Desember 2026. Kontraktor pelaksananya, CV. Multi Material dan konsultan pengawas, CV. Tika Kreatif Desain Konsultan.
“Awalnya pekerjaan rehab saluran drainase ini menyebar di 8 titik. Tapi ada perubahan dan dilakukan Contract Change Order (CCO). Termasuk nanti kita ada kerja rehab drainase di Pasar Inpres, tapi nanti akan disesuaikan dengan volume yang ada,” ujar Sipri.
Ia mengatakan untuk progres saat ini sedikit terlambat karena ada kendala dengan persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini langka. Namun untuk material sudah on site. Sehingga jika cuaca mendukung, proyek ini bisa tuntas sesuai kontrak.
“Kalau material, khususnya pasir diambil dari wilayah Bondo, Kabupaten Manggarai Timur. Terkait papa informasi paket proyek rehabilitasi drainase ini, dipajang pada satu titik. Seperti kita lihat saat ini papa informasi itu ditempatkan di titik kerja wilayah Konggang,” kata Sipri.
Sipri yang juga menjabat Kepala Bidang Cipta Karya, mengatakan selain kegiatan rehabilitasi, pemerintah juga mengalokasikan anggaran dari APBD tahun 2026 untuk kegiatan Enam paket pembangunan baru drainase di sejumlah wilayah kecamatan Langke Rembong.
“Enam paket pembangunan baru ini melalui sistem pengadaan langsung (PL), yakni dua paket di wilayah Nekang, Satu paket di Carep, Leda, Ngali Leok, dan wilayah Pitak. Jadi tahun ini kita ada enam paket PL dan satu paket yang tender,” tutup Sipri.**
Laporan: Yhono Hande





