RUTENG, BERITAFLORES – Wakil Ketua II DPRD Manggarai, Thomas Tahir, menggelar kegiatan reses di wilayah Kebong, Kelurahan Pagal, Kabupaten Manggarai, Sabtu 28 Februari 2026.
Berbicara dengan Beritaflores, Thomas Tahir mengatakan bahwa kegiatan reses tersebut merupakan bagian dari salah satu agenda penting DPRD Manggarai pada Masa Sidang II Tahun Dinas 2026.
“Reses kali ini dilaksanakan dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat dalam kaitan dengan pembahasan LKPJ Kepala Daerah Tahun 2025 dan pertanggungajawaban KUA-PPAS tahun 2027”, kata Thomas.
Selain di Kelurahan Pagal, terang Politisi PKB itu, dalam agendanya reses akan diselenggarakan di sejumlah titik di sejumlah wilayah Dapil Manggarai IV mulai 23-28 Februari 2026.
Sebelumnya, sebut Thomas, kegiatan yang sama telah diselenggarakan di Desa Rado, Kecamatan Cibal pada Kamis 26 Februari 2026.
“Ini wajib saya lalukan sebagai bagian dari tanggung jawab moral saya sebagai anggota DPRD pada konstituen wilayah Dapil “, kata Thomas yang juga menjabat Ketua DPC PKB Manggarai itu.
Terpantau, pelaksanaan reses ini dipadati oleh ratusan warga setempat. Tampak sejumlah warga antusias menyampaikan point aspirasi terkait sejumlah persoalan agar menjadi perhatian DPRD dan Pemda Manggarai.
Goris Ncuring, sebagai salah satu peserta reses mengaku berterima kasih stas kunjungan Thomas Tahir karena telah memilih daerah tersebut untuk melaksanakan kegiatan tatap muka langsung dengan warga setempat melalui reses.
“Terima kasih atas kunjungan pa Thomas melaksanakan kegiatan reses di wilayah kami”, ujarnya.
Goris lalu mengusulkan soal peningkatan jalan dari titik wilayah Golo Kebut sampai dengan perempatan Aspiran dengan panjang sekitar 200 meter agar dapat diperhatikan pemerintah daerah untuk diaspal.
Hal lain yang dikeluhkan warga setempat soal kendala pembangunan rumah adat (Gendang) Peso.
Keluhan ini disampaikan langsung oleh salah satu anggota Panitia pembangunan, Fransiskus Jelahu.
Fransiskus menyebut progres pembangunan rumah adat mereka baru rampung dikerjakan sekitar 70 persen, sisanya progres pengerjaan belum dapat dilanjutkan lantaran masih terkendala biaya seperti pengerjaan fisik dek lantai, pintu dan jendela. Biaya pengadaan kebutuhan ini ditaksir mencapai Rp 30 juta.
“Rumah gendang ini tempat kami berkumpul. Warisan nenek moyang yang telah diturunkan kepada kami untuk diperhatikan. Kami begitu berharap agar secepatnya masalah kami terkait ini mendapat perhatian sehingga segera rampung dikerjakan”, katanya.
Selain itu, keluhan lain yang jiga disampaikan peserta reses seperti penambahan jaringan listrik dan perbaikan jaringan irigasi serta peningkatan jalan tani dari Wae Jengkong-Wae Lui.
Menanggapi sejumlah aspirasi peserta reses, Thomas mengaku telah menampung dan mencatat dengan harapan sekiranya satu diantara banyaknya dapat menjadi perhatian sehingga dapat terjawab ditahun anggaran 2027 nantinya.
“Saya tentu telah menampung dan mencatat seluruh aspirasi yang disampaikan, kita berharap saja sekiranya salah satu diantara usulan dapat teralisasi nantinya”, kata Thomas.
Terpantau, reses yang diselenggarakan dimulai sekitar pukul 17.00 hingga pukul 22.00 WITA itu berjalan aman dan lancar.
Laporan: Adrianus Paju





