• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Wednesday, December 17, 2025
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Usai Dikritik, RSUD Ben Mboi Pisahkan Pasien Covid-19 dan Pasien Umum

by Redaksi Berita Flores
22 July 2021
in BERITA, HEADLINE
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES – Manajemen RSUD dr Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT akhirnya membangun sekat di ruangan instalasi gawat darurat (IGD) pada Rabu (21/07/2021). Sekat yang terbuat dari kayu itu menjadi pembatas ruangan untuk pasien Covid-19 dan pasien umum.

Pembuatan sekat pembatas di ruangan IGD itu merupakan respon manajemen rumah sakit terhadap rekomendasi Wakil Ketua DPRD Manggarai, Simprosa Rianasari Gandut beberapa hari sebelumnya.

Dilaporkan sebelumnya bahwa, politisi Partai Golkar itu mengkritisi pelayanan manajemen RSUD Ben Mboi Ruteng. Di mana, ia menemukan kondisi IGD yang sangat memprihatinkan. Mirisnya, pasien terinfeksi Covid-19 dan pasien umum lainnya malah dilayani dalam satu ruangan IGD yang sama. Hal tersebut dikhawatirkan akan terjadi penularan virus Corona di dalam ruangan tersebut.

“Ketika IGD untuk pasien yang terdeteksi Covid-19 berada di satu ruangan yang sama dengan pasien biasa, itu yang saya takutkan. Saya khawatir IGD RSUD Ben Mboi ini akan menjadi klaster baru penularan Covid-19,” ujar Simprosa.

Pantauan wartawan, sejumlah pekerja sibuk membuat sekat pembatas dari bahan kayu. Pembatas ruangan dibangun tepat pada sisi kanan pintu masuk ruangan IGD. Selain itu, pada lobi di depan pintu masuk juga dibangun ruangan kecil untuk screening pasien.

Jika terkonfirmasi positif Covid-19, pasien langsung diarahkan ke IGD khusus melalui pintu bagian utara. Sedangkan pintu utama digunakan untuk pasien umum atau non Covid-19.

Simprosa berterima kasih kepada manajemen RSUD yang sudah menindaklanjuti hal itu. Ia juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan tugas-tugas pengawasannya.

Simprosa mengatakan, kritik dan saran yang disampaikan terkait pelayanan RSUD dr Ben Mboi Ruteng semata-mata untuk menjamin keselamatan masyarakat dan petugas kesehatan dari bahaya virus corona yang kian mengganas.

Keluhan terkait penggabungan pelayanan IGD untuk pasien Covid-19 dan pasien umum sebenarnya sudah muncul di kalangan internal rumah sakit tersebut. Tenaga kesehatan yang bertugas di IGD dengan APD standar pasien umum merupakan pihak yang paling berisiko tertular virus corona.

Tahun lalu, saat jumlah kasus Covid-19 di Manggarai beranjak naik dan sebagian besar dokter dan perawat di IGD ikut terpapar, mereka mengusulkan agar ruangan pelayanan pasien umum dengan pasien Covid-19 dipisahkan.

“Sebagian besar dari kami di ICU ini sudah pernah terpapar. Makanya kami minta supaya dibangun pembatas untuk pisahkan pelayanan pasien Covid dan non Covid. Tetapi tidak ada tindak lanjut. Syukur sekarang sudah buat pembatas setelah ada masukan dari ibu Wakil Ketua DPRD,” tutur salah seorang tenaga kesehatan.

Sementara itu, Direktur RSUD Ben Mboi Ruteng, dr. Veronica Immaculata Djelulut mengaku kesulitan untuk menyesuaikan konstruksi ruangan atau gedung dengan kebutuhan di tengah pandemi ini. Meski demikian, pihaknya berusaha mengerjakan beberapa hal agar disesuaikan dengan kondisi pandemi.

“Kondisi Covid-19 ini kondisi yang tidak terbayangkan sebelumnya. IGD kita seperti IGD pada umumnya. Dengan kondisi ruangan yang sejak awal tidak dikondisikan untuk Covid-19. Tapi kami coba semuanya. Nanti kalau ketemu permasalahan pada hari-hari ke depannya, kami akan menyesuaikan,” tutur Veronica. (RED).

BacaJuga

Revitalisasi Gedung SDK Kumba 1 Ruteng Ditargetkan Rampung Akhir Desember 2025

17 December 2025

Alami Skizofrenia, Tahanan Kasus KDRT Asal Poco Ranaka Tewas Gantung Diri di Rutan Ruteng

16 December 2025
Thomas Tahir Tinjau Lokasi dan Temui Warga Terdampak Longsor di Rado, Kades: ‘Ini Baru Wakil Rakyat’

Thomas Tahir Tinjau Lokasi dan Temui Warga Terdampak Longsor di Rado, Kades: ‘Ini Baru Wakil Rakyat’

16 December 2025

6 Desa di Manggarai Batal Terima DD Tahap II, 3 Diantaranya dari Kecamatan Cibal

16 December 2025

ARTIKEL TERKINI

Revitalisasi Gedung SDK Kumba 1 Ruteng Ditargetkan Rampung Akhir Desember 2025

17 December 2025

Alami Skizofrenia, Tahanan Kasus KDRT Asal Poco Ranaka Tewas Gantung Diri di Rutan Ruteng

16 December 2025
Thomas Tahir Tinjau Lokasi dan Temui Warga Terdampak Longsor di Rado, Kades: ‘Ini Baru Wakil Rakyat’

Thomas Tahir Tinjau Lokasi dan Temui Warga Terdampak Longsor di Rado, Kades: ‘Ini Baru Wakil Rakyat’

16 December 2025

6 Desa di Manggarai Batal Terima DD Tahap II, 3 Diantaranya dari Kecamatan Cibal

16 December 2025

BANYAK DIBACA

6 Desa di Manggarai Batal Terima DD Tahap II, 3 Diantaranya dari Kecamatan Cibal

Kunjungi Dua Sekolah di Cibal, Kadis PPO Manggarai Tekankan Para Guru Bekerja Sesuai Tupoksi

Terancam Roboh, Dinding Rumah Warga Rado di Cibal Jebol Akibat Material Tanah Longsor

Gercep, Dinsos Manggarai Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban  Longsor di Desa Rado

Kejari Manggarai Tetapkan PPK dan Konsultan Pengawas Sebagai Tersangka Korupsi Proyek Gedung CSSD dan Laundry RSUD Ruteng 

Pagu Rp 1,286 Miliar dari APBN, Program Revitalisasi SMPN 2 Wae Ri’i Capai Progres 95 Persen

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores