• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Wednesday, May 6, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Usai Dikritik, RSUD Ben Mboi Pisahkan Pasien Covid-19 dan Pasien Umum

by Redaksi Berita Flores
22 July 2021
in BERITA, HEADLINE
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES – Manajemen RSUD dr Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT akhirnya membangun sekat di ruangan instalasi gawat darurat (IGD) pada Rabu (21/07/2021). Sekat yang terbuat dari kayu itu menjadi pembatas ruangan untuk pasien Covid-19 dan pasien umum.

Pembuatan sekat pembatas di ruangan IGD itu merupakan respon manajemen rumah sakit terhadap rekomendasi Wakil Ketua DPRD Manggarai, Simprosa Rianasari Gandut beberapa hari sebelumnya.

Dilaporkan sebelumnya bahwa, politisi Partai Golkar itu mengkritisi pelayanan manajemen RSUD Ben Mboi Ruteng. Di mana, ia menemukan kondisi IGD yang sangat memprihatinkan. Mirisnya, pasien terinfeksi Covid-19 dan pasien umum lainnya malah dilayani dalam satu ruangan IGD yang sama. Hal tersebut dikhawatirkan akan terjadi penularan virus Corona di dalam ruangan tersebut.

“Ketika IGD untuk pasien yang terdeteksi Covid-19 berada di satu ruangan yang sama dengan pasien biasa, itu yang saya takutkan. Saya khawatir IGD RSUD Ben Mboi ini akan menjadi klaster baru penularan Covid-19,” ujar Simprosa.

Pantauan wartawan, sejumlah pekerja sibuk membuat sekat pembatas dari bahan kayu. Pembatas ruangan dibangun tepat pada sisi kanan pintu masuk ruangan IGD. Selain itu, pada lobi di depan pintu masuk juga dibangun ruangan kecil untuk screening pasien.

Jika terkonfirmasi positif Covid-19, pasien langsung diarahkan ke IGD khusus melalui pintu bagian utara. Sedangkan pintu utama digunakan untuk pasien umum atau non Covid-19.

Simprosa berterima kasih kepada manajemen RSUD yang sudah menindaklanjuti hal itu. Ia juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan tugas-tugas pengawasannya.

Simprosa mengatakan, kritik dan saran yang disampaikan terkait pelayanan RSUD dr Ben Mboi Ruteng semata-mata untuk menjamin keselamatan masyarakat dan petugas kesehatan dari bahaya virus corona yang kian mengganas.

Keluhan terkait penggabungan pelayanan IGD untuk pasien Covid-19 dan pasien umum sebenarnya sudah muncul di kalangan internal rumah sakit tersebut. Tenaga kesehatan yang bertugas di IGD dengan APD standar pasien umum merupakan pihak yang paling berisiko tertular virus corona.

Tahun lalu, saat jumlah kasus Covid-19 di Manggarai beranjak naik dan sebagian besar dokter dan perawat di IGD ikut terpapar, mereka mengusulkan agar ruangan pelayanan pasien umum dengan pasien Covid-19 dipisahkan.

“Sebagian besar dari kami di ICU ini sudah pernah terpapar. Makanya kami minta supaya dibangun pembatas untuk pisahkan pelayanan pasien Covid dan non Covid. Tetapi tidak ada tindak lanjut. Syukur sekarang sudah buat pembatas setelah ada masukan dari ibu Wakil Ketua DPRD,” tutur salah seorang tenaga kesehatan.

Sementara itu, Direktur RSUD Ben Mboi Ruteng, dr. Veronica Immaculata Djelulut mengaku kesulitan untuk menyesuaikan konstruksi ruangan atau gedung dengan kebutuhan di tengah pandemi ini. Meski demikian, pihaknya berusaha mengerjakan beberapa hal agar disesuaikan dengan kondisi pandemi.

“Kondisi Covid-19 ini kondisi yang tidak terbayangkan sebelumnya. IGD kita seperti IGD pada umumnya. Dengan kondisi ruangan yang sejak awal tidak dikondisikan untuk Covid-19. Tapi kami coba semuanya. Nanti kalau ketemu permasalahan pada hari-hari ke depannya, kami akan menyesuaikan,” tutur Veronica. (RED).

BacaJuga

Dari Timur NTT hingga Flores, BGN Pastikan Data Penerima MBG Tepat Sasaran

5 May 2026

Gunakan Mesin Digital, Kanis Nasak Optimis Tingkatkan PAD Sesuai Target

5 May 2026

Ranperda 2026: Fraksi Demokrat Dorong Pemerintah Permudah Izin Investasi, Termasuk Industri Porang di Manggarai

4 May 2026

Fabi Abu Lantik 19 Kepala SMP di Manggarai, Berikut Daftar Namanya!

2 May 2026

ARTIKEL TERKINI

Dari Timur NTT hingga Flores, BGN Pastikan Data Penerima MBG Tepat Sasaran

5 May 2026

Gunakan Mesin Digital, Kanis Nasak Optimis Tingkatkan PAD Sesuai Target

5 May 2026

Ranperda 2026: Fraksi Demokrat Dorong Pemerintah Permudah Izin Investasi, Termasuk Industri Porang di Manggarai

4 May 2026

Fabi Abu Lantik 19 Kepala SMP di Manggarai, Berikut Daftar Namanya!

2 May 2026

BANYAK DIBACA

Fabi Abu Lantik 19 Kepala SMP di Manggarai, Berikut Daftar Namanya!

Respon Penolakan Warga, Manajemen Perusahaan Porang di Reo Komit Operasional Tetap Berlanjut

Tak Lagi Pikirkan Pasar, Petani Porang Antusias PT Agro Porang Nusantara Hadir di Reo

Anggota DPRD Arlan Nala Tawarkan Investor Bangun Pabrik Porang di Wilayah Cibal Barat

Pemilik Perusahaan Pastikan Aktivitas Pengolahan Porang di Reo Beroperasi Ramah Lingkungan

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores