• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, June 18, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home DESA

Potret Buram Desa Golo Ronggot di Welak Manggarai Barat

by Redaksi Berita Flores
4 October 2019
in DESA, HEADLINE
A A
2
Share on FacebookShare on Twitter

LABUAN BAJO, BERITA FLORES –  Golo Ronggot adalah satu desa di kecamatan Welak, kabupaten Manggarai Barat, NTT. Di saat transparansi menjadi mantra kehidupan masyarakat modern, tata kelola desa ini masih jauh dari semangat itu. Celakanya, persoalan-persoalan terkait hak dasar warga seperti hak atas air minum bersih belum bisa dipenuhi oleh pemerintah desa di tengah melimpahnya dana desa.

Aloysius Halmon, seorang warga desa mengatakan warga desa Golo Ronggot mengalami kesulitan mengakses air bersih.

“Kami ini memiliki tiga anak kampung yakni Datak, Wol dan Tuwa. Untuk dua anak kampung, Wol dan Tuwa, sumber airnya setengah mati, butuh dana besar untuk mengadakan air minum bersih karena sumber mata airnya tidak ada,” ujar Aloysius kepada Beritaflores.com Senin (1/10).

Ia mengatakan ada satu sumber air yaitu dari embung. Tetapi untuk bisa dimanfaatkan warga, harus melalui proses filterisasi.

“Di Datak banyak sumber air yang jika dikelola dengan baik dapat menghidupkan dua anak kampung (Wol dan Tuwa) namun tidak diusahakan pemerintah desa,” keluh Aloysius.

Aloysius juga berkeluh soal tata kelola desa yang tidak melibatkan warga. Ia juga menyoroti soal transparansi pengelolaan dana desa.

“Kalau saya melihat di desa lain, proyek desa itu punya papan. Tetapi di sini tidak. Dana desa untuk pemberdayaan juga tidak jelas sasarannya,” tutur Aloysius.

Perencanaan pembangunan desa, demikian Aloysius juga kurang melibatkan peran serta masyarakat.

“Dua periode Kades, tidak pernah hadirkan masyarakat dan tokoh muda dalam Musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa) dan Musrenbangdus (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Dusun). Kami sebagai warga bingung dengan sistem pemerintahan yang tertutup ini,” ujarnya.

Menurutnya, saat perencaaan pembangunan itu, yang diundang hanya kroni-kroni kepala desa.

“Saat Musrenbangdes yang diundang hanyalah kroni-kroni Kades dan orang-orang terdekatnya. Kami tidak dilibatkan sama sekali,” ujarnya.

Aloysius juga mempertanyakan kepala desa yang tidak menggunakan kantor desa untuk bekerja. Padahal kantor desa sudah dibangun di Datak sejak tahun 2007 silam. Sementara rumah kediaman kades ada di kampung Wol.

“Kami sebagai masyarakat sangat kesal dengan uang rakyat yang telah dihabiskan pemerintah desa untuk membangun kantor desa lalu tidak difungsikan,” ujanrya.

Tanggapan Kepala Desa

Untuk keberimbangan tulisan ini, Beritaflores pun menemui kepala desa Golo Ronggot, Nobertus Ndarung di kediamannya, pada Selasa, Oktober 2019.

Nobertus mengakui akses air bersih adalah masalah utama di desanya. Akan tetapi, ia menolak tuduhan bahwa pemerintah desa tidak berbuat apa-apa.

“Yang menjadi kendala utama adalah tidak adanya sumber mata air,” ujarnya.

Tahun 2009, jelas dia, Pemerintah Pusat pernah mengalokasikan anggaran Rp 12 miliar untuk membangun embung. Tetapi usaha itu tidak berhasil.

Tahun 2013, Pemerintah Desa mengadakan mesin pompa untuk memudahkan air ke kampung Wol. Tetapi keberadaan mesin itu sangat jauh sekitar 2 kilometer. Pengurus pun kesulitan karena harus menunggu cukup lama mematikan pompa hingga semua warga Wol memenuhi kebutuhan airnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, air tidak bisa dikonsumsi warga karena keruh dan kekuning-kuningan.

“Saya siap tuntaskan masalah air dalam waktu dekat ini. Saya akan berkomunikasi dengan DPRD tuntaskan itu, itulah komitmen saya,” ujarnya ketika ditanya apa upayanya ke dapan untuk mengatasi masalah air ini.

Nobertus juga membantah soal pengelolaan dana desa yang tidak transparan dan birokrasi yang tertutup.

“Kami sudah menjalankan (pengelolaan dana desa) itu sesuai amanat Undang-undang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan birokrasi desa selama ini sudah dijalankan dengan transparan, tidak tertutup seperti yang dituduhkan.

Soal kantor desa yang tidak digunakan, ia mengatakan bahwa alasan pelayanan administrasi desa di rumah bertujuan agar pelayanan kepada masyarakat itu lebih dekat dibandingkan di kantor.

Fensi Valentinus/BF

Tags: Manggarai Barat

BacaJuga

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

9 June 2026

Jaksa Bantah Beri Info A1 ke Edi Hardum Terkait Kasus Dugaan Korupsi DAK DP3AKB Matim

9 June 2026

Mengapa Masih Ada Sikap Intoleransi di Negeri ini?

9 June 2026

Bupati Hery Nabit Resmi Laporkan Edi Hardum ke Polisi

30 May 2026

ARTIKEL TERKINI

379 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Dilepaskan

17 June 2026

Dukungan Membludak Iringi Langkah Jurae ke Meja Panitia Pilkades Macang Tanggar

17 June 2026

Wujud Komitmen Kecamatan Ramah Anak, Camat Cibal Buka Turnamen Sepak Bola U-15

13 June 2026

Laki Caci Manggarai Tampil Memukau pada Acara HUT ke 1 Tahun Pokdarwis Liang Bua

12 June 2026

BANYAK DIBACA

Pemerintah Harus Hadir Bukan Sekadar Janji

Wujud Komitmen Kecamatan Ramah Anak, Camat Cibal Buka Turnamen Sepak Bola U-15

Damping Pangdam IX Udayana Resmikan Jembatan Garuda di Reok, Bupati Hery: Setiap Niat Baik Biasanya Dipertemukan dengan Orang Baik

Mengapa Masih Ada Sikap Intoleransi di Negeri ini?

Laki Caci Manggarai Tampil Memukau pada Acara HUT ke 1 Tahun Pokdarwis Liang Bua

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores