• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Sunday, September 20, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Tarian “Rangkuk Alu” di Manggarai Timur Pecahkan Rekor Dunia

by Redaksi Berita Flores
2 May 2019
in BERITA, HEADLINE, NASIONAL, SOSIAL BUDAYA
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

BORONG, BERITA FLORES–Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Flores-NTT menggelar pertunjukkan tarian tradisional khas Manggarai bernama “Rangkuk Alu” di lapangan Borong pada Kamis, 2 Mei 2019. Tarian ini memecahkan rekor dunia dengan peserta terbanyak.

Pertunjukkan tersebut dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2019. Data yang diperoleh Beritaflores.com bahwa sebanyak 1.009 penari terdiri dari siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Manggarai Timur.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Yayasan Pranata Foundation. Yayasan ini bergerak di Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur menyelenggarakan kegiatan bertema “Pementasan Rekor Dunia Tari Tradisional Rangkuk Alu dengan peserta sebanyak 1.009 penari”.

Pertunjukan ini pun telah tercatat dalam Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) dengan kriteria superlatif urutan rekor ke-486. Yayasan Pranata Foundation sebagai Pemrakarsa sedangkan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas sebagai pendukung dalam pertunjukan tersebut.

Sementara itu, Safrianus Haryanto merupakan inisiator utama dalam kegiatan pertunjukan Tarian Rangkuk Alu di Kabupaten Manggarai Timur itu.

Rangkuk Alu merupakan tarian tradisional khas milik orang Manggarai, Flores, Provinsi NTT. Nama tarian ini terdiri dari dua suku kata bahasa Manggarai yakni Rangkuk dan Alu. Jika diartikan “Alu” merupakan sebatang kayu sepanjang 2 meter biasanya digunakan sebagai alat tumbuk padi atau penggilingan padi secara tradisional. Sedangkan “Rangkuk” adalah bunyi irama alat peraga yang dimainkan. Di mana dua buah Alu saling dibenturkan. Bahkan bisa menjepit kaki sang penari bila menari tak sesuai irama.

Berdasarkan pantauan Beritaflores.com bahwa, tarian ini diperagakan oleh sebanyak 5 hingga 6 orang dalam satu paket. Di mana, 4 orang memainkan irama dengan memegang dua buah Alu untuk saling dibenturkan. Sedangkan 2 orang lainnya bertugas sebagai penari dengan memasukan kakinya disela-sela Alu dan melompat sesuai irama. Empat orang itu bertugas memegang ujung dari Alu sebagai alat peraga dan duduk saling berhadapan. Bila para penari melompat tidak sesuai irama, maka kaki sang penari bisa terjepit oleh kedua batang Alu.

Tarian unik milik orang Manggarai ini sangat menarik bagi para penonton untuk disaksikan. Betapa tidak, tarian ini bisa menguji adrenalin seseorang karena bisa saja kaki sang penari terjepit akibat menari tak sesuai irama. Karena para penari memasukkan kakinya diantara dua buah Alu yang saling dibenturkan. Hingga kini, tarian Rangkuk Alu bahkan menggunakan bambu sebagai alat peraga menggantikan Alu sebagai alat asli dalam tarian tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto mengatakan bahwa, kegiatan tersebut sesuai dengan tema dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonensia yaitu “Menguatkan Pendidikan, dan Memajukan Kebudayaan”. Ia menjelaskan, pertunjukan tersebut bertujuan mempopulerkan kembali Tarian Rangkuk Alu yang kini mulai jarang dipentaskan di Manggarai.

“Bahkan kaum milenial Manggarai sudah melupakan tarian Rangkuk Alu karena jarang dipentaskan,” kata Basilius.

Ia menuturkan, berdasarkan tema Hardiknas 2019 tersebut, hubungan erat Pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosisitem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan demi memwujudkan pendidikan berkualitas.

Tujuan Hardiknas, kata dia, untuk memeriahkan Hari Pendidikan Nasional melalui peran pendidikan dan kebudayaan. Selain itu, bertujuan untuk menguatkan kembali komitmen seluruh insan pendidikan di Kabupaten Manggarai Timur.

“Budaya juga punya peran penting demi menumbuhkan rasa patriotisme diseluruh insan pendidikan, khususnya di Kabupaten Manggarai Timur,” terang Basilius.

Penulis: Efren Polce
Editor : FDS

Tags: TARIAN RANGKUK ALU

BacaJuga

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

2 September 2026
Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026
Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

22 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

Bentuk Solidaritas Sosial dan Kepedulian; Ribuan Paket Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores 

5 September 2026
Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

Lamber Paput Pimpin Perumda Tirta Komodo usai Masa Jabatan Direktur Berakhir

2 September 2026
Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

Korban Meninggal Dunia Gempa Flores M7,7 di Manggarai Terus Bertambah Jadi 50 Jiwa

29 August 2026
Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

Pemkab Manggarai Perpanjang Masa Tanggap Darurat Pascagempa Flores hingga 14 Hari ke depan 

28 August 2026

BANYAK DIBACA

Wabub Manggarai: 50 Tahun SDK Ruteng V Ciptakan SDM Unggul

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

LSM Ilmu yang Dipimpin Doni Parera Dituding Biang Kerok Kisruh Tanah Adat di Mabar

Temuan Korupsi Mega Proyek CSSD dan Laundry RSUD Ruteng, Negara Merugi Hingga Lebih dari Rp16 Miliar

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

Sukseskan Tour de EnTeTe, Kapolres Manggarai Imbau Masyarakat Kendalikan Hewan Peliharaan di Sekitar Rute Lintasan

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores