• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Wednesday, August 5, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Ini Permintaan Pelaku Pariwisata Terkait Rencana Penutupan Pulau Komodo

by Redaksi Berita Flores
11 April 2019
in BERITA, EKBIS, HEADLINE, PARIWISATA
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

LABUAN BAJO, BERITA FLORES–Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi bakal menutup sementara pulau Komodo pada Januari 2020 mendatang. Keputusan ini menyusul adanya kasus pencurian dan penyelundupan Komodo ke luar negeri. 

Rencananya, Taman Nasional Komodo (TNK) yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, NTT ini akan ditutup untuk umum selama satu tahun.

Menurut Pemerintah Provinsi NTT, penutupan tersebut bertujuan untuk meningkatkan populasi Komodo. Di samping itu, agar meningkatkan populasi rusa sebagai rantai makanan Komodo. Namun demikian, pulau Rinca dan pulau Padar yang termasuk dalam kawasan TNK bakal tetap dibuka untuk umum. 

Hingga saat ini, rencana penutupan pulau Komodo menuai polemik antara pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat dengan Pemerintah Provinsi NTT.

Pelaku Pariwisata, Yohanes Mance, membeberkan beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah terkait rencana penutupan pulau habitat asli kadal raksasa itu.

Kandidat Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat itu menjelaskan, bahwa wacana penutupan pulau Komodo harus diawali sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat lokal terkait dasar pemikiran juga tujuan recovery atas pulau Komodo.

“Sebelum penutupan benar-benar dilakukan, pemerintah harus lakukan sosialisasi. Apa dasar dilakukan recovery? Apa tujuannnya?,” tandasnya kepada Beritaflores.com di Labuan Bajo, Rabu, 10 April 2019.

Ia menyarankan kepada pihak Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) untuk segera membentuk tim terpadu yang melibatkan masyarakat lokal di pulau Komodo.

“Kementrian KLHK juga harus membentuk tim terpadu yg melibatkan masyarakat pulau komodo. Warga Komodo selanjutnya menjadi reprsentasi mayarakat lokal menyampaikan aspirasinya selama masa recovery berlansung,” terang dia.

Ia juga menambahkan, apabila penutupan pulau Komodo bertujuan untuk pemulihan habitat Komodo serta semua ekosistem di sana, sebaiknya harus disertai dengan pertimbangan kehidupan ekonomi masyarakat pulau Komodo. Di mana hampir 50% masyarakat lokal sudah beralih profesi dari nelayan menjadi penjual souvenir wisata.

“Seperti patung Komodo, mutiara dan pernik pernik wista lainya. Pemerintah harus ingat, ada dampak ekonomi yang terjadi jika wacana penutupan pulau Komodo tanpa persiapan matang. Warga di sana telah lama beralih profesi dari nelayan dan menjadi penjual souvenir seperti patung Komodo,” tegas Mance.

Ia berharap, wacana pemerintah dalam melakukan penutupan pulau Komodo harus direncanakan dengan matang. Selain itu, harus melibatkan semua pihak terkait untuk meminimalisir kerugian baik di pihak pemerintah maupun pelaku pariwisata.

Penulis: Elvis Yunani

BacaJuga

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

4 August 2026

Masyarakat Diajak Ramaikan Car Free Day Perdana di Natas Labar Motang Rua

1 August 2026

Mahasiswa Pecinta Alam Kampus Udayana Bali Datang Penelitian di Gua Liang Niki

1 August 2026

Paroki Ri’i Rayakan Pesta Emas 50 Tahun, Bupati Hery: Gereja jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun SDM

1 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

4 August 2026

Masyarakat Diajak Ramaikan Car Free Day Perdana di Natas Labar Motang Rua

1 August 2026

Mahasiswa Pecinta Alam Kampus Udayana Bali Datang Penelitian di Gua Liang Niki

1 August 2026

Paroki Ri’i Rayakan Pesta Emas 50 Tahun, Bupati Hery: Gereja jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Membangun SDM

1 August 2026

BANYAK DIBACA

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

Mahasiswa Pecinta Alam Kampus Udayana Bali Datang Penelitian di Gua Liang Niki

SDN Rabok-Manggarai Tersentuh Program Revitalisasi Rp 1,4 Miliar, Rehab dan RKB

Revitalisasi Sekolah Tahap I 2026 di Manggarai Akan Rampung Desember Mendatang

Bamboo Goes to School, Tiga Sekolah di Satar Mese Berlomba Sulap Bambu jadi Aneka Kerajinan Estetis 

Masyarakat Diajak Ramaikan Car Free Day Perdana di Natas Labar Motang Rua

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores