• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Wednesday, February 11, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Keluarga Korban Penembakan di Ruteng Kesal dengan Pernyataan Kapolres Manggarai

by Redaksi Berita Flores
30 March 2018
in BERITA, HEADLINE, SOROTAN
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITA FLORES – Yos Syukur keluarga Fredinus Taruk, korban penembakan orang tak di kenal di Karot Selasa lalu, kesal dengan pernyataan Kapolres Manggarai yang dimuat di sebuah media online lokal.

“Kami mengapresiasi kejujuran terkait pernyataan Kapolres Manggarai yang di muat di media Floresa.co, yang mengakui ada anggotanya di TKP pada saat peristiwa penembakan saudara kami Ferdinandus Taruk,” ujar Yos Syukur keluarga korban kepada awak media Jumat, 30 Maret 2018.

Insiden penembakan itu terjadi di sondeng, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT Selasa 27 Maret 2018 sekitar pkl. 00.24 waktu setempat.

Baca Juga :  Polisi Dalami Kasus Penembakan Warga di Karot, Ruteng

Menurut Yos, pernyataan Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian yang menyebut berdasarkan aturan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) aparat tidak memegang senjata tidaklah benar.

“Senjata apa yang dimaksud? Apakah senjata laras panjang atau pendek?,” tanya dia.

Baca Juga : PMKRI Ruteng Desak Polres Manggarai Ungkap Pelaku Penembak Warga di Karot

Ia juga mempertanyakan, apakah mungkin Aparat Kepolisian itu tidak membawa senjata saat melaksanakan giat Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

“Menjaga Kamtibmas tentu ada alat pendukung antara lain senjata,” ucapnya.

Jika pihak aparat yang ada di TKP mengklaim tidak bersenjata. Maka sebut Yos, ada pihak ketiga atau penembak misterius yang sengaja menciptakan teror di Kelurahan Karot, Kota Ruteng.

Wartawan Florespost.co itu menambahkan keberadaan Aparat di TKP semestinya menjaga Kamtibmas di kelurahan Karot, bukan malah menciptakan persoalan hukum.

“Menjaga Kamtibmas malah berhadapan dengan situasi seperti ini. Apalagi Aparat yang ada di TKP pada saat kejadian adalah bukan petugas Bhabinkamtibmas Kelurahan Karot,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan petugas setempat. “Kemana bhabinkamtibmas Kelurahan Karot dan satu anggota Polres pada saat kejadian? Apa tindakan Aparat yang ada dilokasi pada saat kejadian?
Apakah Aparat yang ada di TKP tidak mengetahui sumber suara tembakan? Mengapa Aparat Kepolisian ikut berlari bersama saksi ketika korban terkena tembakan?,”

“Kepanikan Aparat Kepolisian dan saksi menguatkan dugaan bahwa saudara kami ditembak dari jarak dekat. Dan mereka mengetahui siapa pelakunya,” kata Yos menduga.

Yos pun tidak yakin dengan pernyataan Kapolres Lapian yang menyebut bahwa tembakan berasal dari jarak jauh. Tentu pernyataan itu berdasarkan pengakuan saksi dan hasil olah TKP.

“Tetapi kalau melihat hasil rongent peluru yang ada di kepala korban. Kami masyarakat biasa hanya menduga kalau penembakan saudara kami ini dari jarak dekat,” tukas dia lagi.

Masih menurut Yos, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh keluarga korban bahwa eliminasi anjing ini dilakukan dengan senapan angin di atas standar. Juga menggunakan peredam.

“Maka ketika menggunakan peredam tembak dari jarak dekatpun, maka suara tembakan terasa seperti dari jarak jauh,” ungkapnya.

Meski begitu tutur Yos, pihaknya tidak bermaksud berspekulasi apalagi menuduh pihak lain.

“Kami serahkan semuanya kepada Polres Manggarai. Kami mengapresiasi tahapan yang sudah dilewati oleh Polres Manggarai dalam mengusut kasus ini,” urainya.

Pihaknya selaku keluarga dekat korban mendesak agar Polres Manggarai secepatnya menangkap pelaku penambakan tersebut.

“Kami prihatin dan mengutuk keras tindakan brutal pelaku,” (NAL/FDS/BEF).

Tags: Fredinus TarukPenembakan Warga Karot

BacaJuga

Di Balik Berita: Moralitas, Psikologi dan Integritas Jurnalis dalam Menjaga Kebenaran

10 February 2026

Sinergi Pers dan Dekranasda: Mendorong UMKM Manggarai Menembus Pasar Nasional

10 February 2026

Melki Laka Lena Minta Pers Kritis Mengawal Pembangunan dan Dinamika Demokrasi

9 February 2026

Tersangkut Bebatuan Sungai, Korban Terseret Arus di Lemarang Ditemukan Tak Bernyawa

9 February 2026

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Berita: Moralitas, Psikologi dan Integritas Jurnalis dalam Menjaga Kebenaran

10 February 2026

Sinergi Pers dan Dekranasda: Mendorong UMKM Manggarai Menembus Pasar Nasional

10 February 2026

Melki Laka Lena Minta Pers Kritis Mengawal Pembangunan dan Dinamika Demokrasi

9 February 2026

Tersangkut Bebatuan Sungai, Korban Terseret Arus di Lemarang Ditemukan Tak Bernyawa

9 February 2026

BANYAK DIBACA

Bupati Hery Nabit Lantik 4 Pejabat Eselon II, Camat Reok Barat jadi Kadis PMD Manggarai

Siswa SD Berusia 10 Tahun di Ngada, NTT Gantung Diri Diduga karena Tak Mampu Beli Buku

Pemda Manggarai Resmi Serahkan 991 SK PPPK Paruh Waktu, BKN Batalkan 1 Orang karena Bermasalah

Tersangkut Bebatuan Sungai, Korban Terseret Arus di Lemarang Ditemukan Tak Bernyawa

Di Balik Berita: Moralitas, Psikologi dan Integritas Jurnalis dalam Menjaga Kebenaran

NTT Mart UBSP Lembu Nai, Ajang Kompetisi UMKM dan Perluas Akses Pasar Produk Lokal

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores