RUTENG , BERITAFLORES – Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) Tahun 2026 di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi.
Dalam sambutan Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan hal penting mengingat wilayah Flores dan sekitarnya memiliki potensi ancaman gempa bumi akibat aktivitas tektonik, termasuk yang berkaitan dengan Flores Back-Arc Thrust.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya memahami potensi bahaya dan mengetahui langkah penyelamatan diri ketika gempa bumi terjadi.
“ Kita tidak dapat mencegah terjadinya gempa bumi, tetapi kita dapat mengurangi risikonya melalui pengetahuan, kesiapan, dan tindakan yang tepat,” tegasnya.
Bupati juga menekankan bahwa membangun budaya sadar bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga teknis, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
Melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi, para peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam merespons ancaman gempa bumi. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga, lingkungan sekolah, komunitas, dan masyarakat luas.
Menurut Bupati, masyarakat perlu memahami tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi terjadi agar mampu melindungi diri, mengurangi kepanikan, serta membantu sesama secara tepat sesuai dengan situasi dan kemampuan masing-masing.
Bupati Manggarai turut menyampaikan apresiasi kepada BMKG dan seluruh pihak yang telah bekerja sama menyelenggarakan kegiatan tersebut. Apresiasi juga diberikan kepada masyarakat, sekolah, tenaga kesehatan, media, dan perangkat daerah yang berpartisipasi aktif dalam mendukung upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Manggarai mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, mulai dari tingkat desa dan kelurahan hingga kabupaten, termasuk melalui pembentukan dan penguatan Komunitas Siaga Bencana.
Upaya tersebut diharapkan dapat membangun masyarakat Manggarai yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana melalui edukasi, latihan, koordinasi, dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Bupati Manggarai, dengan harapan kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya sadar bencana dan melindungi keselamatan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Geofisika BMKG yang diwakili Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Dr. Teguh Rahayu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto, Kepala Biro Perencanaan BMKG Haryo Seno Pranandito, Koordinator BMKG Provinsi Nusa Tenggara Timur Arief Tyastama, unsur Forkopimda Kabupaten Manggarai, Ketua Pengadilan Negeri Ruteng, plt. Kepala BPBD Kabupaten Manggarai serta para tamu undangan, narasumber, dan peserta Sekolah Lapang Gempa Bumi. **
Laporan : Yhono Hande





