RUTENG, BERITA FLORES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai, kembali mengalokasi pembiayaan untuk program pembangunan dan revitalisasi Pasar Rakyat Puni, Kota Ruteng berlokasi di Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong.
Anggaran terhadap pembangunan tersebut mencapai Rp 4,4 miliar sumber yang bersumber dari dana pinjaman daerah Bank NTT tahun anggaran 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Timotius Fendy menjelaskan kegiatan paket fisik pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat Puni sudah berprogres sejak dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPK) pada 24 September 2026 lalu.
Sementara lanjut Fendy, kegiatan pembangunan urat nadi perekonomian masyarakat ini terkontrak pada 21 Agustus 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 4.493.574.600 yang bersumber dari pinjaman daerah dengan pelaksana atau penyedia, CV. Kemuning Jaya Mandiri.
Fendy bilang, pekerjaan milik Dinas Perdagangan itu telah masuk tahap pelaksanaan. Bahkan pekerjaan struktur bawah bangunan dari proyek yang, tampak sudah dilakukan. Selain itu, Material proyek on site.
Ia mengaku, Proyek ini tidak mengganggu aktifitas ekonomi para pedagang di pasar tersebut. Bangunan ini lanjut dia, ditargetkan menjadi ruang ekonomi rakyat yang lebih tertib, bersih, dan nyaman, sekaligus memperkuat gerak ekonomi lokal.
“Saat ini kemajuan fisik atau progressnya mencapai 17,19 persen. Pekerjaanya terus dipacu dan jangka waktu pelaksanaan 120 hari kalender,” ujar Fendy Jemli kepada media ini belum lama ini.
Ia menambahkan, sejauh ini semua material pekerjaan on site. Termasuk material non lokal seperti baja. Sehingga dalam pekan ini, pekerjaan konstruksi baja mulai dilakukan, kemudian persentase dijamin akan langsung melonjak naik.
“Kita berharap pekerjaan ini bisa didukung dengan cuaca yang bersahabat, biar pekerjaan berjalan sesuai rencana. Terkait material lokal seperti pasir, kita sudah dilakukan pengujian laboratorium,” pungkasnya.**
Laporan: Yhono Hande





