RUTENG, BERITA FLORES – Pemerintah Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mendapat program bedah rumah atau bantuan stimulan perumahan swadaya dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada tahun 2026.
Program bedah rumah ini sebanyak 300 unit yang akan menyasar ke 6 desa untuk dua kecamatan yang ada di Kabupaten Manggarai.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Manggarai, Yustinus Mulyo Nanga mengungkapkan hal itu kepada wartawan pada Selasa, 29 September 2026.
Kadis Yustinus menyebut, enam desa yang akan mendapat program bedah rumah ini berpusat di dua kecamatan yakni Kecamatan Wae Ri’i dan Kecamatan Cibal.
Ia merinci, Kecamatan Wae Ri’i akan mendapatkan program 200 unit rumah, masing-masing di Desa Golo Mendo, Golo Cador dan Bangka Jong, sedangkan Kecamatan Cibal akan mendapatkan program 100 unit rumah, masing-masing di Desa Golo, Desa Beamese dan Desa Ladur.
Ia menuturkan, program bedah rumah ini menjadi salah satu upaya pemerintah pusat melalui Kementerian PKP untuk memulihkan tempat tinggal para warga, khususnya yang terdampak bencana gempa bumi Flores.
“Jumlahnya ada 300 unit untuk enam desa di Kabupaten Manggarai, rinciannya 200 unit untuk tiga desa di Kecamatan Wae Ri’i dan 100 unit untuk tiga desa di Kecamatan Cibal,” jelas Yustinus.
Selain program bedah rumah, kata Yustinus, Kabupaten Manggarai juga akan mendapat bantuan Hunian Tetap (Huntap) sebanyak 150 unit dari Yayasan Bunda Suci.
Sebanyak 150 unit Huntap itu, kata dia, akan menyasar ke Desa Golo Mendo, Golo Cador dan Bangka Jong, tiga desa di Kecamatan Wae Ri’i yang sebelumnya juga mendapat program bedah rumah.
“Jadi data yang kami usulkan dari kabupaten ke pusat tidak hanya diintervensi oleh BNPB saja tetapi ada juga intervensi langsung dari Kementerian PKP dan pihak lain, seperti salah satu yayasan swasta Bunda Suci yang juga akan memberikan bantuan,” jelasnya.
Terkait persyaratan kelayakan mendapat bantuan bedah rumah, Yustinus menjelaskan bahwa tim fasilitator sedang melakukan verifikasi faktual, sehingga persentase kerusakannya akan dihitung berdasarkan dana stimulan yang turun yakni sebesar Rp20 juta.
Untuk diketahui, secara keseluruhan tahun ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memang mendapat sebanyak 15.376 unit program bedah rumah atau bantuan stimulan perumahan swadaya dari Kementerian PKP.
Jumlah ini lanjut dia, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah sebanyak 436 unit rumah.
Tahun 2026, NTT mendapat peningkatan yang luar biasa sebagai dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas menjadi rumah layak huni.
Di sisi lain, Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, khususnya Kementerian PKP, terhadap kebutuhan perumahan masyarakat NTT.
Menurut Gubernur Melki, peningkatan alokasi program bedah rumah ini menjadi sangat penting bagi NTT terlebih di tengah kondisi Pulau Flores yang sedang menghadapi dampak bencana gempa bumi.
“Kerusakan rumah akibat bencana menambah kebutuhan masyarakat terhadap dukungan perumahan yang layak dan aman,” kata Gubernur.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan program tersebut dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan peningkatan kualitas rumah.
Laporan : Yhono Hande





