RUTENG, BERITAFLORES – Dukungan terhadap tumbuh kembang anak disabilitas atau anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk dapat mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih menjadi tantangan besar hingga saat ini.
Di banyak tempat, dukungan terhadap tumbuh kembang anak-anak kebutuhan khusus ini masih menjadi fokus utama agar mereka juga turut mendapatkan hak yang setara dengan anak-anak lainnya yang normal. Selain menjamin akan memperoleh pendididikan, hal penting lainnya juga memberi edukasi terhadap para orangtua ABK.
Halnya dengan kegiatan yang dilakukan oleh PSOBK Paroki St. Stefanus Iteng di Satar Mese, Manggarai yang gencar melakukan terapi fisik ABK dan pelatihan pendidikan inklusi terhadap tenaga pendidik PAUD Satar Loung.
“Dukungan yang diberikan oleh seksi PSOBK adalah membantu terapi anak difabel dan pelatihan pendidikan inklusi bagi tenaga pendidik”, kata Ketua seksi, Stefanus Iteng, Ryan Mawar.
Dalam praktiknya, terang Ryan, kegiatan seperti membantu melakukan terapi fisik ABK atau anak-anak difabel dan juga pelatihan pendidikan inklusi bagi tenaga pengajar terus dilakukan walau ditengah keterbatasan sarana dan prasarana pendukung.
Dengan begitu, proses tumbuh kembang akan potensi yang dimiliki serta meminimalkan hambatan pada perkembangan anak-anak ini menjadi lebih baik.
Ryan juga mendorong agar pemerintah daerah melalui dinas pendidikan terus menaruh perhatian serius serta mendorong keberlanjutan pendidikan para ABK. Salah satunya dengan memberikan beasiswa jalur khusus untuk mereka. (**)








