RUTENG, BERITA FLORES – Sebanyak 29 orang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Manggarai.
Kehadiran mahasiswa KKN ini di terima secara resmi oleh Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, di ruang VIP Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai, Senin pagi (22/6/2026).
Saat menerima kedatangan rombongan akademika, Wakil Bupati Manggarai didampingi Penjabat Sekda Manggarai, Kepala Kantor Cabang BRI Ruteng dan sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah, menyampaikan apresiasi kepada UGM karena kembali memilih Kabupaten Manggarai sebagai lokasi pengabdian masyarakat.
Sesuai rencana, para mahasiswa akan ditempatkan di Desa Satar Lenda dan Desa Nuca Molas, Kecamatan Satarmese Barat.
“Ini tahun yang kedua. Kami menyampaikan apresiasi karena setelah kalian melakukan KKN di dua tempat tersebut yakni Desa Satar Lenda dan Desa Nuca Molas, mulai muncul perubahan,” ucap Wabup Fabi.
Wabup Fabi berharap para mahasiswa KKN dapat memanfaatkan momentum ini sebagai ruang belajar sosial yang berharga.
Ia memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai beserta alumni UGM akan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan KKN tersebut.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UGM, Rafael Edibosko,menyampaikan apresiasi kepada Pemkab yang telah menerima kehadiran mahasiswa KKN.
“Kalau dalam budaya Jawa kehadiran kami hari ini namanya Kulonuwun, permisi. Mohon mereka dibimbing, dimonitor” ujarnya.
Rafael menambahkan, program ini dirancang agar mahasiswa dapat mempraktikkan ilmu mereka secara langsung sekaligus menyerap pengetahuan dari interaksi bersama masyarakat. Pihak kampus berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui jalinan komunikasi dan koordinasi yang intensif demi kelancaran program.
“Mungkin mereka akan konsultasi dengan Bapak Ibu sekalian. Mohon diterima dengan tangan terbuka,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, jumlah mahasiswa yang diterjunkan untuk kegiatan KKN UGM sebanyak 29 orang dan berlangsung selama 50 hari. Mereka terbagi ke dalam 4 klaster keilmuan, yaitu medis (medica), pertanian (agro), sains dan teknologi (saintek), serta sosial humaniora (soshum).**
Laporan : Yhono Hande






