RUTENG, BERITA FLORES – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Manggara, Kanisius Nasak terus berupaya mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Salahsatu upaya terbaru yang dilakukan oleh Kepala Bapenda ini adalah dengan merangkul dan berkoordinasi kepada sejumlah para pelaku usaha yang ada di kota Ruteng. Senin, 04 Mei 2026.
Dalam rapat kordinasi yang berlangsung di ruang kerja Kaban Pendapatan, pemerintah mendorong para pengusaha tuk menggunakan Tapping Box dalam melakukan transaksi atau pembayaran yang sudah terinclude dengan besaran pajak senilai 10%.
Bukan hanya pelaku pengusaha, dalam rapat itu Bapenda Manggarai ini juga mengundang sejumlah kepala bank yang ada di Manggarai yakni Kepal Bank NTT dan BNI.
Sebab, bagi Bapenda kordinasi terkait pembayaran pajak merupakan tugas bersama. Dan pembayaran pajak tepat waktu adalah jadi komitmen bersama.
Dihadapan 20 pengusaha kuliner lyang diundang, Kepala Bapenda Kanis Nasak itu menjelaskan bahwa penggunaan Tapping Box sebagai upaya transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Lebih dari itu, jelas Kaban Kanis agar kecurigaan-kecurigaan bisa dipertanggungjawabkan. Artinya, dengan penggunaan Tapping Box dapat menutup celah kecurangan antara omzet penjualan atau pendapatan pengusaha dengan penerimaan daerah dari sektor pajak.
Ia menerangkan, Tapping Box adalah alat perekam data transaksi usaha yang dipasang pada sistem kasir (POS) untuk memantau, mencatat, dan melaporkan transaksi secara real-time ke sistem pemerintah daerah. Alat ini berfungsi meningkatkan transparansi, mencegah manipulasi omzet, dan mengoptimalkan penerimaan pajak daerah (restoran, hotel, parkir, hiburan, dll).
“Pajak yang dibayarkan oleh konsumen bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan kontribusi nyata masyarakat untuk pembangunan di Kabupaten Manggarai. Maka perlu adanya tranparansi soal pembayaran pajak,” ungkap Kanisius di hadapan para pengusaha yang hadir.
Dia mengungkapkan, keunggulan pembayaran pajak menggunakan sistem digital ini meliputi:
1. Transparansi Total
Sistem digital menjamin transparansi yang tinggi dalam setiap transaksi. Dengan sistem yang terintegrasi, potensi kesalahan manusia (human error) dapat ditekan.
“Sistem ini membantu menghindari salah hitung dalam pelaporan pajak bulanan. Semua angka yang muncul berdasarkan transaksi riil, sehingga tidak ada lagi keraguan antara pengusaha dan pemerintah,” ungkapnya.
2. Efisiensi Operasional
Kecepatan menjadi kunci dalam bisnis modern. Melalui digitalisasi, pelaporan tidak lagi membutuhkan proses birokrasi yang berbelit.
Data transaksi terekam secara real-time dan akurat. Pengusaha tidak perlu lagi melakukan rekapitulasi manual yang memakan waktu, karena sistem secara otomatis mengirimkan data transaksi ke server pusat.
3. Akuntabilitas dan Manajemen Internal
Selain untuk kepentingan pajak daerah, sistem ini ternyata memberikan manfaat internal bagi manajemen restoran atau cafe itu sendiri.
“Sistem digital ini secara tidak langsung memudahkan pengusaha dalam mengelola pembukuan internal mereka sendiri. Laporan harian hingga bulanan tersedia secara instan, sehingga pemilik usaha bisa memantau perkembangan bisnisnya dengan lebih mudah,” tambahnya.
Kanisius pun berkomitmen untuk memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan agar integrasi mesin pembayaran digital tidak menghambat operasional bisnis.
“Kami ingin tumbuh bersama. Jika sistem ini berjalan baik, PAD kita naik, pembangunan lancar, dan pada akhirnya daya beli masyarakat juga akan meningkat yang berdampak positif kembali ke usaha Bapak dan Ibu sekalian,” ujarnya.
Sementara itu, beberapa pengusaha yang sudah lama menggunakan Tapping Box berupa mesin EDC dari bank-bank mitra Pemda Manggarai mengaku sangat terbantu karena tidak lagi sibuk melakukan pencatatan manual.
“Sistem ini sangat terbantu, karena sesungguhnya uang pajak itu hanya dititipkan ke kami tuk diteruskan ke pemerintah daerah. Dengan sistem ini, uang masyarakat, uang konsumen langsung ke pemerintah yang pada akhirnya akan kembali ke masyarakat dalam berbagai bentuk untuk pembangunan.” ujar perwakilan Agape yang mengaku sudah menggunakan mesin EDC Bank NTT (salah satu Bank mitra Pemda Manggarai).**
Laporan : Yhono Hande






