• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Monday, October 26, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Orangtua Bongkar Dugaan Pungli Penulisan Rapor dan Penggelapan Seragam Siswa MAN 1 Manggarai di Reok

by Berita Flores
10 April 2026
in BERITA
A A
0

MAN 1 Manggarai - Foto: Beritaflores

Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG , BERITA FLORES – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) biaya penulisan Rapor serta penggelapan uang seragam olahraga dan rompi siswa  sekolah Madrasyah Aliyah Negeri 1 Manggarai di Reo kini mulai terendus.

Dalam perbincangan dengan Beritaflores, Jumat 10 April, salah satu orangtua siswa sekolah blak-blakan bicara adanya dugaan praktik haram itu.

Ia mengaku telah diminta mengumpulkan uang senilai Rp175 ribu untuk paket seragam olahraga dan Rp125 ribu untuk pengadaan rompi motif songke khas daerah Manggarai.

“Pertama dulu kita disuruh membayar uang Rp175 ribu oleh sekolah. Katanya untuk membeli seragam baju olahraga dan rompi motif sonket dengan harga Rp125 ribu. Tetapi sampai sekarang anak kami belum mendapatkan baju-bajunya. Uangnya kemana?,” Keluh salah satu orang tua siswa sembari meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut keterangan dia, desakan pihak sekolah ini disampaikan sejak tahun 2019 silam. Walau demikian, anehnya pungutan pengadaan seragam sekolah itu tidak kunjung terealisasi bahkan diantara para siswa sudah ada yang tamat dari sekolah itu.

Walau, nominal uang itu menurut dia cukup memberatkan namun sebagai orang tua siswa mereka tetap membayar demi melayani pendidikan anak-anak mereka.

“Kami punya anak sudah mau selesai lagi di perguruan tinggi, tetapi pakaian (seragam yang dijanjikan) tidak pernah dikasih, bagaimana yang masih aktif sekarang?” tanya orangtua siswa itu.

Peran Guru Zakaria,  Otak Dibalik Dugaan Pungutan Itu?

Sumber Berita Flores itu menjelaskan jika inisiatif pengadaan seragam ini ternyata dimotori oleh salah seorang guru bernama Zakaria.

Kata dia, kala itu Zakaria tengah menjabat sebagai Wakaman. Ia disebut-sebut sebagai orang berpengaruh di lembaga tersebut. Segala biaya pun diserahkan langsung kepada Zakaria dengan nilai yang telah di ditentukan.

Padahal, rompi motif songke khas Manggarai yang seharusnya menjadi identitas lokal kebanggaan sekolah justru kini menjadi sumber polemik yang berkepanjangan.

“Agar tidak kentara, kadang mereka pengadaannya sebagian siswa saja dan itupun di pilih-pilih. Bayangkan, dengan murid yang berjumlah banyak tentu  kerugiannya per siswa mencapai ratusan ribu rupiah, di tambah lagi sekarang” ungkapnya.

Penulisan Rapor Ikut Dipungut Biaya

Selain masalah seragam, orangtua itu juga mempertanyakan adanya pungutan tambahan sebesar Rp50.000 per siswa untuk biaya penulisan rapor.

Menurutnya, pungutan ini sangat tidak lazim dan hanya ditemukan di MAN Reok. Hal ini memicu pertanyaan besar terkait transparansi pengelolaan keuangan di lembaga pendidikan tersebut.

Nama Diseret, Guru Zakaria Bungkam

Terkait informasi orangtua siswa itu, wartawan juga telah berupaya meminta konfirmasi Zakaria yang disebutkan sebagai inisiator dalam masalah pungutan ini.

Walau pesan konfirmasi WhatsApp dari wartawan telah berstatus terbaca (centang biru), namun Zakaria urung merespon hingga berita dipublikasikan.

Apa Kata Kepala Sekolah?

Walau tak direspon Zakaria, Kepsek MAN Reok, Feto Nggapang, saat dikonfirmasi turut membenarkan adanya pengadaan rompi dan seragam olahraga di sekolah itu.

Walau demikian, Kepsek Feto mengaku tak pernah menerima laporan langsung dari orang tua siswa terkait tunggakan distribusi seragam tersebut. Demikian dugaan pungutan biaya penulisan rapor siswa.

“Selama saya menjadi Kepala Madrasah, tidak pernah ada penyampaian dari orang tua bahwa anaknya sudah bayar tapi seragam belum diterima. Kalau memang ada, datang ke Madrasah, sampaikan agar bisa diselesaikan,” ujar Feto Jumat.

“Terkait biaya penulisan rapor itu tidak ada. Karena rapor tidak ditulis, melainkan diprint langsung oleh masing-masing wali kelas,” tutupnya.

Meski begitu, para orang tua murid tetap kekeh menuntut pertanggungjawaban nyata pihak sekolah dan meminta pengembalian uang jika memang seragam tersebut tidak dapat direalisasikan.

Laporan : Yhono Hande

Tags: MAN 1 Manggaraipunglipungli seragam dan penulisan rapor

BacaJuga

AHP Singgung Perjuangan Bung Karno di Ende Saat Kegiatan Gerakan Kebajikan Pancasila di Ruteng

26 October 2026
Komunitas RBA di Manggarai Minta UU Pemilu Mesti Menjamin Perlindungan Pelapor dan Saksi

Komunitas RBA di Manggarai Minta UU Pemilu Mesti Menjamin Perlindungan Pelapor dan Saksi

26 October 2026
SCN Manggarai Gandeng Sejumlah Lembaga Layani Kesehatan hingga Pemulihan Psikososial Anak Disabilitas di Cibal Barat

SCN Manggarai Gandeng Sejumlah Lembaga Layani Kesehatan hingga Pemulihan Psikososial Anak Disabilitas di Cibal Barat

25 October 2026

Pemda Manggarai Gunakan Anggaran Rp 4,4 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Puni Ruteng

21 October 2026

ARTIKEL TERKINI

AHP Singgung Perjuangan Bung Karno di Ende Saat Kegiatan Gerakan Kebajikan Pancasila di Ruteng

26 October 2026
Komunitas RBA di Manggarai Minta UU Pemilu Mesti Menjamin Perlindungan Pelapor dan Saksi

Komunitas RBA di Manggarai Minta UU Pemilu Mesti Menjamin Perlindungan Pelapor dan Saksi

26 October 2026
SCN Manggarai Gandeng Sejumlah Lembaga Layani Kesehatan hingga Pemulihan Psikososial Anak Disabilitas di Cibal Barat

SCN Manggarai Gandeng Sejumlah Lembaga Layani Kesehatan hingga Pemulihan Psikososial Anak Disabilitas di Cibal Barat

25 October 2026

Pemda Manggarai Gunakan Anggaran Rp 4,4 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Puni Ruteng

21 October 2026

BANYAK DIBACA

SCN Manggarai Gandeng Sejumlah Lembaga Layani Kesehatan hingga Pemulihan Psikososial Anak Disabilitas di Cibal Barat

Petani di Manggarai Mengaku Terbantu dengan Kehadiran Alsintan Combine Harvester: Hemat dan Praktis

Pemda Manggarai Gunakan Anggaran Rp 4,4 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Puni Ruteng

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

Dukungan Membludak Iringi Langkah Jurae ke Meja Panitia Pilkades Macang Tanggar

Yance Usman Alis Berulah, Diserbu Warganet Hingga Disumpahkan Mati Cepat

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores