• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Wednesday, February 11, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Pada Saat Bertemu Bupati

by Redaksi Berita Flores
14 September 2019
in HEADLINE, OPINI
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Begitu asiknya jika anak-anak muda bertemu bupati. Di ruang kerjanya yang luas, oksigen tampak penuh. Berpikir jadinya enak. Tidak kaku. Ada kopi juga. Inpirasi pun bertumbuh menjalar di saraf pikir.

Ceritanya, sekolompok anak muda kreatif Manggarai Timur bertemu bupati-nya. Mereka ingin menyampaikan ide-ide kreatifnya untuk membangun daerah. Motifnya, melu handarbeni. Rasa ikut memiliki dan kecintaan terhadap Manggarai Timur.

Tidak susah bertemu Bupati Kabupaten Manggarai Timur, Agas Andreas, SH., M.Hum. Sedikit mengantri di ruang tunggu, pasti dipanggil masuk. Maklum, sebagai pemimpin daerah, ada banyak tamu yang datang. Tak perlu juga ke rumah jabatan bupati, sebab penyampaian ide-ide anak muda itu berkaitan urusan publik bukan urusan privat.

Pada anak muda itu adalah orang-orang kreatif yang baru selesai mensukseskan kegiatan “Trail Adventure 2019” di Kabupaten Manggarai Timur. Sekitar 80 bikers mengikuti kegiatan itu dan berhasil menjelajah wilayah selatan Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan itu sukses atas kerja sama yang baik antara Polres Manggarai, Pemda Manggarai Timur, Bank NTT dan Palang Merah Indonesia Kabupaten Manggarai Timur. Tujuan kegiatan itu promosi bentang pariwisata Kabupaten Manggaria Timur.

Tak mau berhenti pada kegiatan “Trail Adventure 2019”, para anak muda itu ingin terus berkarya. Masing-masing mereka punya segala bakat yang melekat. Ada penulis, musisi, atlet, pelobi, youtuber, fotografer, sutradara, petualang, budayawan, sastrawan, pencita otomotif, dan lain-lain. Itu sedikit dari bakat-bakat mereka. Semua bakat itu hendak dipadukan untuk menghasilkan karya nyata yang kreatif. Tentu mereka punya pekerjaan pokok masing-masing untuk melanjutkan hidup sehari-sehari.

Di ruang bupati, bakat-bakat kreatif disilangkan untuk melahirkan api semangat bangun Manggarai Timur. Ide-ide kreatif tumpahkan di hadapan hamparan visi dan misi “Matim Seber”. Bupati tampak tersenyum. Itu pertanda ada persetujuan, ada dukungan. Dukungan ada karena ide-ide yang ditawarkan itu “masuk akal”. Jelas, setiap kreativitas harus masuk akal dan terukur, bukan hanya tampil beda.

Penerimaan bupati atas ide-ide anak muda kreatif Manggarai Timur itu tentu karena ia paham karakter anak muda. Ia juga pasti paham ungkapan Bung Karno: “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Atau orang Manggarai bilang, “ata uwa lako, ata tua lami loce”. Titik pijak pemuda ada pada daya ungkit dan daya dobrak bagi pembangunan.

Karena sang bupati paham kehidupan pemuda, maka ia pun masuk dalam bingkai pembicaraan dengan anak muda. Nyaris tak ada “kasta” dalam komunikasi. Tak ada struktur “eselon” dalam tutur. Semuanya egaliter dalam membicaraan ide. Ada serius, ada humor. Tetapi tetap ada sikap respek dan saling menghormati.

Suasana santai di ruang bupati itu perlu dibaca secara semiotik. Bahwa pemimpin yang egaliter adalah pemimpin yang menghargai pikiran (kreatif). Tak perlu ada strata pangkat atau jabatan dalam menyampaikan atau menerima pikiran (ide). Dalam suasana santai dan rileks, gaya pikir “strukturalis” berakhir dan hilang. Memang tak ada “birokrasi” dalam pikiran selain kritis dan kreatif.

Tanpa disadari, bincang-bincang bersama Bupati Agas Andreas berlangsung lama. Saking asiknya, waktu terasa tak cukup. “Big Brother is watching you”, mengutip George Orwell, adalah waktu itu sendiri. Bahwa bupati harus bertemu dengan kepetingan-kepentingan lain yang sedang menunggu. Yang semuanya itu berujung pada kepentingan masyarakat Manggarai Timur.

Seperti itulah pemimpin dambaan anak-anak muda (masyarakat): terbuka, rileks dan terarah. Karakter seperti itu melahirkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakatnya. Anak-anak muda pun semakin confident sebab pikiran mereka didengarkan. Konsep regenerasi dan rejuvenisasi politik itu bermula dari situ: rekognisi pada kaum muda.

Selebihnya, Manggarai Timur masih butuh peran kaum muda: ambil bagian dalam peran pembangunan. Tidak menunggu, tetapi kaum muda mesti aktif dalam berproses membangun, dari desa hingga kota. Pemuda, karena ia punya idealisme. Kata Tan Malaka, “idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda”.

Apabila idealisme itu berpadu dengan kebijkasanaan kaum tua (:pemimpin), maka kebaikan bersama akan mudah terwujud. Kombinasi idealisme dan kebijaksanaan adalah arus utama penyelenggaraan pembangunan yang berkeadilan. Semua itu bisa terjadi kalau ada duduk bersama, bicara bersama, ngopi bersama dan rileks. Bupati Manggarai Timur Agas Andreas sudah melakukannya.

Alfred Tuname
Esais, warga Manggarai Timur

Tags: Bupati Manggarai Timur

BacaJuga

Melki Laka Lena Minta Pers Kritis Mengawal Pembangunan dan Dinamika Demokrasi

9 February 2026

Tersangkut Bebatuan Sungai, Korban Terseret Arus di Lemarang Ditemukan Tak Bernyawa

9 February 2026

Berkebun Nyebrangi Sungai Wae Lokom, IRT di Lemarang  Hanyut Terbawa Arus Deras

9 February 2026

Kunjungi Jerebuu, Melki Laka Lena Sentil Masalah Kemiskinan di NTT: ‘Harus Kami Benahi Kinerja Kami’

8 February 2026

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Berita: Moralitas, Psikologi dan Integritas Jurnalis dalam Menjaga Kebenaran

10 February 2026

Sinergi Pers dan Dekranasda: Mendorong UMKM Manggarai Menembus Pasar Nasional

10 February 2026

Melki Laka Lena Minta Pers Kritis Mengawal Pembangunan dan Dinamika Demokrasi

9 February 2026

Tersangkut Bebatuan Sungai, Korban Terseret Arus di Lemarang Ditemukan Tak Bernyawa

9 February 2026

BANYAK DIBACA

Bupati Hery Nabit Lantik 4 Pejabat Eselon II, Camat Reok Barat jadi Kadis PMD Manggarai

Siswa SD Berusia 10 Tahun di Ngada, NTT Gantung Diri Diduga karena Tak Mampu Beli Buku

Pemda Manggarai Resmi Serahkan 991 SK PPPK Paruh Waktu, BKN Batalkan 1 Orang karena Bermasalah

Tersangkut Bebatuan Sungai, Korban Terseret Arus di Lemarang Ditemukan Tak Bernyawa

Di Balik Berita: Moralitas, Psikologi dan Integritas Jurnalis dalam Menjaga Kebenaran

NTT Mart UBSP Lembu Nai, Ajang Kompetisi UMKM dan Perluas Akses Pasar Produk Lokal

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores