• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, April 30, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jangan Biarkan Manggarai Jadi “The Killing Fields”

by Redaksi Berita Flores
31 March 2018
in HEADLINE, OPINI, SOROTAN
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Petrus Selestinus

Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) harus segera memastikan sekaligus menunjukan tangung jawabnya sebagai Institusi Negara terkait insiden penembakan warga sipil di Ruteng. Kepolisian semestinya wajib melindungi segenap masyarakat. Tidak terkecuali masyarakat Manggarai.

Jangan biarkan Manggarai, Flores, NTT menjadi ruang “The Killing Fields” (Ladang Pembunuhan/Pembantaian) nyawa manusia.

Korban Ferdinandus Taruk menambah deretan kasus penembakan warga sipil oleh Aparat Kepolisian di wilayah Manggarai Raya. Kejadian serupa pada 23 September 2017 lalu di Manggarai Timur, di mana warga Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, bernama Hilarius Woso.

Hilarius ditembak oleh oknum bersenjata diduga oleh Aparat Polres Manggarai. Tak hanya itu, peristiwa yang sama terjadi pada 4 Juli 2013 silam. Dua orang nelayan yang berasal dari Pulau Pemana di Kabupaten Sikka, Maumere yakni, Salim Umar Al Asis (15) dan Bahruddin Labaho (45). Saat dua korban tersebut berlayar dekat perairan Reo-Riung, pun menjadi korban penembakan oknum Anggota Polres Manggarai. Oknum Polisi mengarahkan laras senjatanya ke kepala korban.

Kembali ke peristiwa penembakan yang mengakibatkan Ferdinandus Taruk terkapar di RSUD Ben Mboi sungguh meresahkan dan memilukan.

Sedihnya lagi itu terjadi pada saat umat Kristiani di Ruteng akan merayakan Hari Suci Paskah. Ironisnya belum ada hasil yang nyata dari upaya Kepolisian setempat untuk mengungkap identitas pelaku penembakan tersebut. Fakta ini semakin kuat rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian. Sebab Polisi tidak maksimal dalam menciptakan ketenteraman.

Polisi seharusnya memberikan prioritas tinggi berupa jaminan keamanan bagi warga Manggarai Raya yang akhir-akhir ini daerahnya tergolong tidak aman. Karena beberapa kali terjadi penembakan secara misterius terhadap warga sipil.

Di mana peristiwa penembakan itu dengan mudah terjadi dan dilakukan oleh oknum anggota Polri, sebagaimana disebutkan di atas. Kenyataan objektif ini akan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat Manggarai terhadap Institusi Polri. Khususnya Polres Manggarai.

Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian harus bertanggung jawab. Kapolres segera memberikan pernyataan yang menyejukan, mengayomi dan melindungi masyarakat dari tindakan brutal yang diperankan oleh oknum tak bertanggung jawab. Tidak boleh tebang pilih meskipun pelakunya nanti adalah oknum anggota Polri di Manggarai.

Jika kemudian ternyata pelaku penembakannya adalah anggota Polri. Maka Kapolres Manggarai harus meminta maaf kepada keluarga korban. Pihak Polres Manggarai harus membayar ganti rugi atas segala kerugian yang diderita korban.

Harus ada penegasan bahwa kejadian penembakan secara misterius, sebagai bentuk penyalahgunaan senjata api dan penyalahgunaan wewenang.

Sejumlah peristiwa penembakan warga sipil mestinya segera diakhiri. Sebab jika tidak, maka dikhawatirkan Manggarai kelak akan menjadi ruang “The Killing Fields” (Ladang Pembantaian). Bahkan tidak ada pihak yang bertanggung jawab.

Penulis : Petrus Selestinus
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia & Advokat PERADI

Tags: Koordinator TPDIPetrus Selestinus

BacaJuga

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

29 April 2026

Polemik Air Minum Bersih di Para Lando Makin Pelik, Tim Tekhnis PUPR dan Kades Disoraki ‘Tukang Tipu’

23 April 2026

Telan Dana Capai Rp 1 Miliar, Arlan Nala Desak Pemda Manggarai Segera Tuntaskan Polemik Air Minum Bersih di  Para Lando

22 April 2026

Korwil SPPG Manggarai Buka Suara Soal Salak Busuk dalam Menu MBG SDK Ruteng II

18 April 2026

ARTIKEL TERKINI

Tak Lagi Pikirkan Pasar, Petani Porang Antusias PT Agro Porang Nusantara Hadir di Reo

30 April 2026

Anggota DPRD Arlan Nala Tawarkan Investor Bangun Pabrik Porang di Wilayah Cibal Barat

30 April 2026

Pemilik Perusahaan Pastikan Aktivitas Pengolahan Porang di Reo Beroperasi Ramah Lingkungan

30 April 2026

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

29 April 2026

BANYAK DIBACA

Polemik Air Minum Bersih di Para Lando Makin Pelik, Tim Tekhnis PUPR dan Kades Disoraki ‘Tukang Tipu’

Gantikan Frans Pait di Cibal, Camat Bertin Komit Bangun Cibal sesuai Petunjuk RPJMD Bupati Manggarai

Lantik 11 Kepala Puskesmas, Wabup Fabi Abu Serukan Masalah Stunting hingga Angka Kematian Ibu dan Bayi 

Basis di Reo dengan Legalitas Jelas, PT Agro Porang Nusantara Komitmen Bangun Industri yang Ramah Lingkungan

Saberkol pada Sejumlah Sekolah di Cibal, Kadis PPO Ingatkan Guru Tuntaskan Literasi Anak

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores