RUTENG, BERITA FLORES – Pemerintah Kabupaten Manggarai memberikan bantuan pengadaan seng, paku, dan stimulan pembangunan sebanyak 220 ruang kelas darurat (RKD) bagi 130 sekolah terdampak gempa bumi. Bantuan ini mencakup satuan pendidikan PAUD/TKK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar (KBM) tetap berlangsung dalam kondisi darurat sekaligus menyediakan ruang belajar yang lebih layak dan nyaman bagi peserta didik, terutama menjelang musim hujan.
Bantuan dari Pemda Manggarai tersebut pun di apresiasi oleh pihak sekolah khususnya Sekolah Dasar Katolik (SDK) Rua yang terletak di Desa Golowatu, kecamatan Wae Ri’i pada saat acara Launching Pembangunan RKD dan Dukungan Pemkab Manggarai senilai Rp.10.000.000.
Bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh wakil bupati Manggarai Fabianus Abu yang didampingi oleh kepala dinas PPO Wensislaus Sedan. Dan disaksikan oleh seluruh orang tua murid dari anak-anak SDK Rua.
Melalui skema ini, pemerintah berharap kebutuhan material utama untuk atap ruang kelas darurat dapat terpenuhi. Sementara itu, material pendukung, seperti kayu, bambu, tali, serta bahan penutup bagian samping bangunan, diharapkan dapat dipenuhi melalui swadaya orang tua murid dan dukungan masyarakat.
Kepala sekolah SDK Rua, Emilia Kartiningsi Rimami menyampaikan terima kasih kepada Pemda Manggarai yang sudah peduli dengan pendidikan di Manggarai lewat pemberian bantuan untuk pembangunan RKD pasca gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.
Pada kesempatan itu kepsek Emilia menceritaka bahwa, usai terjadinya gempa pada saat itu, pihak sekolah sempat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan penerapan belajar dari rumah.
Namun setelah itu, Dinas PPO kembali mengeluarkan surat edaran agar sekolah kembali melaksanakan dengan sif-sifan. Sehingga kata dia, pada saat itu pihak sekolah berinisiatif melakukan pembuatan tenda darurat.
Tak sampai di situ, dengan berjalannya waktu kembali dinas mengeluarkan surat edaran terbaru agar dibuatkan ruang kelas darurat yang beratapkan seng, paku dan dinding pelepuh.
“Setelah keluar surat edaran terbaru itu, kami para guru dan orang tua murid melaksanakan rapat untuk pembuatan 3 ruang kelas baru seadanya,” katanya.
Karena itu, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pemda Manggarai khususnya Dinas PPO yang sudah memilih SDK Rua untuk memberikan bantuan senilai 10 Juta Rupiah dalam mendukung pembangunan RKD.
“Kami sampaikan terima kasih kepada Pemda Manggarai melalui disna PPO, karena sudah membantu kami dalam mendukung pembangunan RKD,” ucap kepsek Emilia itu.
Terpisah, Bupati Manggarai Heribertus G.L Nabit menegaskan, penyediaan ruang kelas darurat beratap seng merupakan langkah pemerintah daerah untuk menjamin keberlangsungan pendidikan pascagempa.
Ia mengatakan, penggunaan tenda terpal sebagai tempat belajar sementara dinilai kurang memadai untuk menunjang kenyamanan peserta didik, khususnya menjelang musim hujan.
Karen itu, pengadaan seng dan paku tersebut didukung anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat. Pada tahap awal, bantuan disiapkan untuk 130 sekolah, yang terdiri atas 23 PAUD/TKK, 96 SD, dan 21 SMP, dengan total sebanyak 220 ruang kelas darurat.
Bupati juga menjelaskan, pembangunan ruang kelas darurat beratap seng ini juga melengkapi bantuan ruang kelas darurat berupa tenda dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Bantuan pemerintah pusat tersebut tetap dimanfaatkan sesuai dengan alokasi yang telah diberikan kepada masing-masing sekolah.
“Jumlah ruang kelas darurat yang dibutuhkan setiap sekolah disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan dan kebutuhan pembelajaran. Dukungan pemerintah daerah ini diharapkan dapat melengkapi bantuan pemerintah pusat, terutama bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat.” ungkap Bupati Hery
Lebih lanjut, pembangunan ruang kelas darurat ini tidak hanya bertujuan memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung selama masa darurat pascagempa, tetapi juga mendukung kelancaran pembelajaran selama proses rehabilitasi dan revitalisasi bangunan sekolah.
Melalui penyediaan ruang kelas darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai berupaya memastikan peserta didik tetap memperoleh akses pendidikan di tengah penanganan dampak gempa bumi. Ruang kelas darurat diharapkan menjadi solusi sementara yang lebih memadai hingga bangunan sekolah dapat diperbaiki atau dibangun kembali.**
Laporan: Yhono Hande





