BORONG, BERITAFLORES – Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur meninjau langsung titik longsor yang menerpa wilayah desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur pada Jumat 23 Januari 2025.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan dan evakuasi korban berjalan dengan baik.
Evakuasi dilakukan usai bencana longsor menghantam wilayah permukiman warga setempat hingga seorang dinyatakan meninggal dunia dan seorang lainnya dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Selain itu, dua orang warga lainnya juga masih dilaporkan hilang dan masih belum ditemukan akibat tertimbun material tanah longsor.
Terkait musibah itu, Wabup Tarsisius menyampaikam belangsungkawa teehadap keluarga korban dan meminta tim terkait agar terus melakukan upaya pencarian teehadap korban yang belum ditemukan.
Wabup Tarsisius juga mengatakan jika pemerintah daerah bersama tim gabungan dari BPBD, TNI, POLRI serta warga setempat masih berupaya melakukan evakuasi serta pendataan dampak bencana. warga juga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
Pemda Manggarai Timur juga meminta warga menghubungi Call Center penanggulangan bencana alam di Nomor: 081337955958; jika terjadi benacana maupun potensi bencana alam di sekitar lingkungan masing-masing.
“Ditengah situasi duka ini, masyarakat diharapkan saling menguatkan, menjaga diri dan keluarga serta lebih peka terhadap kondisi alam di sekitar. Kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi langkah penting agar resiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan semua pihak tetap terjaga”, kata Wabup Tarsisius dilansir dari mediacentermanggaraitimur.
Seperti diinformasikan, dua orang warga masing-masing bernama Theresia Resem dan Yustina Mira hingga kini masih tertimbun material longsor. Kedua korban dilaporkan menetap dalam satu rumah saat longsor terjadi.
Selain rumah kedua korban, tiga unit rumah warga lainnya juga dilaporkan mengalami rusak berat, dampak dari longsor tersebut.
Tak hanya itu, material longsor juga merusak area persawahan, kebun warga, tambak ikan, serta halaman depan SDK Meni di Desa Goreng Meni.
Dampak lain dari bencana tersebut juga menyasar ke jaringan listrik dan telekomunikasi lantaran tidak dapat diakses warga. (**)
Laporan: Adrianus Paju








