RUTENG, BERITAFLORES – Irenius Andar selaku pengelola destinasi wisata ‘Tiwu Pai’ akhirnya buka suara perihal adanya insiden tenggelamnya seorang pengunjung pada Minggu 11 Januari 2026, pagi.
Selaku pengelola, Irenius mengatakan telah melakukan berbagai upaya agar para pengunjung tidak melakukan kegiatan apapun di lokasi wisata.
Selain mengumumkan larangan berkunjung yang disampaikan pada laman akun media sosialnya, Irenius berkata agar setiap pengunjung yang masih nekat ke lokasi wisata hanya diperbolehkan untuk mengambil gambar, tidak diperkenankan untuk berenang dan kegiatan lainnya.
“Segala upaya sudah saya lakukan agar tidak boleh ada kegiatan dan kata-kata terakhir saya tidak boleh berenang. Hanya ambil foto saja dan ikuti aturannya”, kata Irenius seperti dikutip dari laman akun facebook Tiwu Pai Irenius Andar yang dipostingnya, Minggu malam.
Walau demikian larangan, belasan orang pengunjung tetap mengunjungi lokasi wsiata itu hingga berujung adanya insiden tenggelamnya seseorang bernama Armendo W. Jeferson (14).
“Diluar dugaan mereka sudah ada di kolam dan ada gait (pemandu) kecil informasikan bahwa tunggu om Iren nanti dia jelaskan, dan mereka melanggarnya”, ungkap Irenius.
Korban Armendo bersama kesepuluh rekannya dikabarkan mengunjungi lokasi pada Minggu pagi. Ia lalu dikabarkan terseret arus hingga tenggelam dalam salah satu kolam di lokasi wisata itu.
Upaya pencarian terhadap tubuh korban pun intes dilakukan dengan menghadirkan sejumlah personil Polairud Kecamatan Reo, aparat koramil, Personil Kepolisian dibantu warga setempat.
Walau berbagai upaya pencarian telah dilakukan, kondisi cuaca serta terbatasnya jarak pandang para tim pencarian dalam air kolam tetap menjadi kendala utama. Selain derasnya arus air, kondisi keruhnya air kolam sangat menghambat proses pencarian korban.
Terkait operasi pencarian yang dilakukan, Kapolsek Reo, Ipda Joko Sugiarto, mengatakan sementara waktu dihentikan dan akan dilanjutkan pada Senin 12 Januari 2026, besok.
“Untuk sementara, proses pencarian kami hentikan malam ini karena kondisi medan dan jarak pandang yang tidak memungkinkan. Namun, kami pastikan tim akan kembali terjun melanjutkan pencarian besok pagi dengan area penyisiran yang akan diperluas,” ucapnya. (**)
Laporan: Adrianus Paju








