• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, January 29, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ngaku Wartawan TvOne, Pria Ini Diduga Intimidasi Pemred Media NTTNews.net Gegara Berita Bupati Ende

by Berita Flores
7 November 2025
in HEADLINE, HUKUM, NASIONAL
A A
0

Ilustrasi Kebebasan Pers - Foto: Unduhan Google.net

Share on FacebookShare on Twitter

LABUAN BAJO, BERITAFLORES  – Wartawan sekaligus Pemimpin redaksi (pemred) media online NTTNews.net, bernama Alfonsius Andi diduga telah diintimidasi oleh seorang pria yang disebutnya bernama Sylvester Keda.

Melalui keterangan yang diterima Beritaflores, Andy menyebut bahwa bentuk dugaan intimidasi yang dialami itu berupa ‘tekanan dan paksaan’, yang terjadi pada Jumat 7 November 2025.

Keda yang turut mengakui dirinya juga berprofesi sebagai wartawan TvOne itu menghubungi Andy berkomunikasi via panggilan WhatsApp dengan mengatakan agar segera memuat atau memublikasikan berita mengenai hak jawab dari Bupati Ende, Yosef Benediktus Tote Badeoda.

Musababnya, nama Bupati Yosef disebutkan dalam salah satu berita atau produk jurnalistik yang telah dipublikasikan redaksi NTTNews.net berjudul ‘Jelang ETMC 2025, Isu Demonstrasi 39 Paroki Warnai Kabupaten Ende’.

Pernyataan Keda yang terkesan seolah tidak menerima isi berita yang dipublikasikan pada Kamis 6 November, lalu mengintimidasi Andy selaku Pemimpin redaksi agar segera menerbitkan pemberitaan klarifikasi berupa ‘hak jawab’ dari Bupati Yosef.

“Dia bilang berita NTTNews.net itu framing dan tidak ada konfirmasi ke Bupati, karena katanya Bupati sedang ada kegiatan di Jakarta. Dia menegaskan agar saya segera memuat klarifikasi dari Bupati,” kata Andy menirukan ucapan Keda dalam percakapan telepon keduanya.

Lantas, Andy kemudian mempertanyakan alasan serta kapasitas Keda yang terkesan mengintervensi redaksi NTTNews.net.

“Dia siapa? Mau dia wartawan media nasional atau apapun, tidak punya hak untuk memaksa dan mengintimidasi saya menaikkan klarifikasi dari Bupati Ende,” tegas Andy.

“Saya tidak kenal dia, dan tidak mau kenal. Masa seorang yang mengaku wartawan senior, tapi etika komunikasinya seperti orang tidak sekolah. Apa maksudnya telepon saya dan membela Bupati Ende? Lebih baik dia urus saja dapurnya sendiri daripada sibuk dengan dapur orang lain,” sambungnya.

Menurut Andy, sebelum berita tersebut diterbitkan, Rian Laka selaku wartawan NTTNews.net di Ende, sudah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Bupati Ende.

Namun, pesan WhatsApp yang dikirim tidak dibalas dan nomor kontak wartawan itu justru diblokir oleh sang Bupati.

“Jujur saja, wartawan saya di Ende, Rian Laka, sudah melakukan konfirmasi ke Bupati Ende, Yosef Benediktus Tote Badeoda. Tapi pesannya tidak dibalas, malah nomornya diblokir,” jelas Andy.

“Pertanyaannya, kenapa Bupati Ende tidak menghubungi redaksi langsung kalau merasa keberatan dengan pemberitaan itu? Kenapa justru wartawan yang mengaku dari TV One di Jakarta yang sibuk menghubungi saya? Ada apa ini?” tanya Andy heran.

Lebih lanjut, Andy menegaskan bahwa sikap Sylvester Keda mencoreng etika profesi jurnalistik dan menimbulkan preseden buruk di kalangan wartawan.

“Lucunya lagi, dia mendesak saya untuk segera menaikkan klarifikasi itu. Saya bilang langsung, kalau Bupati merasa dirugikan, silakan hubungi saya sendiri untuk menyampaikan hak jawabnya. Itu bukan tugas Sylvester. Etika komunikasinya tidak menunjukkan dia seorang senior yang pantas dijadikan panutan. Katanya senior, tapi cara bicaranya jauh dari sikap profesional,” pungkas Andy.

Bupati Tak Bergeming, Keda yang Terusik

Menilik keterangan yang disampaikan Andy, rupanya nama Keda bukanlah salah satu sumber yang dituliskan dalam berita terkait, sebagaimana telah dipublikasikan oleh redaksi NTTNews.net.

Isi pemberitaan itu ternyata memuat tudingan Ketua PMKRI Cabang Ende, Daniel Sakof Turof, yang menyebut dugaan Bupati Yosef sengaja menghindar dari rencana aksi demonstrasi perihal penolakan terhadap proyek panas bumi (geotermal) di wilayah itu.

Aksi demonstrasi tersebut rencananya bakal digelar pada momen pembukaan turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) pada 9 November 2025.

Bupati Yosef diketahui berangkat ke Jakarta pada Senin 4 November 2025 pagi, selaras pengakuan Keda yang menyebut Bupati sedang ada kegiatan di Jakarta.

Kabarnya, Bupati Yosef ke Jakarta dalam rangka menghadiri rapat maraton bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI yang akan berlangsung selama dua minggu.

“Kalau mau menghindar, ya bilang saja menghindar. Jangan sampai saat PMKRI bersama umat 39 paroki turun demo, Bupati Ende justru tidak berada di tempat. Itu yang membuat kami kecewa,” kata Daniel dalam wawancaranya dengan NTTNews.net.

Dengan demikian maka tidaklah heran jika Andy mempertanyakan kapasitas Keda mengapa ikut campur menyoroti berita atau produk jurnalistik yang dipublikasikan media NTTNews.net.

Padahal jika mengacu pada pedoman hak jawab berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Hak jawab merupakan hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya.

Dengan demikian, sejatinya yang bisa melayangkan hak jawab itu hanyalah Bupati Yosef sebagaimana namanya disebutkan dalam berita atau apabila merasa menjadi pihak yang dirugikan nama baiknya atas kekeliruan yang diterbitkan dalam berita.

Walau demikian pengakuan Andy, Beritaflores belum berhasil memperoleh ketarangan Sylvester Keda perihal klarifikasi dugaan intimidasi yang terjadi.

Erles Rarelal Sayangkan Sikap Keda

Erles Rareral selaku salah satu Penasehat Hukum (PH) media NTTNews.net lalu menyayangkan sikap Keda soal informasi dugaan intimidasi terhadap Andy selaku Pimred media NTTNews.net.

Erles menilai, tindakan semaca itu sangat tidak pantas dilakukan, apalagi antara sesama jurnalis yang seharusnya saling menghormati dan menjaga solidaritas profesi.

Erles mengatakan bahwa profesi wartawan adalah profesi mulia yang berlandaskan etika, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap kebebasan pers.

“Nggak usah saling ancam. Kalian ini kan adik-adik kita dan juga rekan-rekan sesama profesi, juga sesama anak-anak NTT yang lagi meliput El Tari Cup. Ngapain saling ancam-ancam? Lagian kalian ini sesama profesi sebagai wartawan,” tegasnya, Jumat 7 November, malam.

Kendati demikian, Erles berharap agar kedua belah pihak bisa segera menempuh jalan damai dengan berkomunikasi yang baik tanpa perlu memperkeruh suasana.

“Justru sebenarnya adik-adik harus saling mendukung dalam menjalankan profesi yang terhormat itu. Harapan saya, persoalan ini segera diselesaikan secara baik-baik. Tidak usahlah sampai saling ancam-mengancam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Erles mengingatkan bahwa setiap permasalahan pasti memiliki jalan keluar jika disikapi dengan kepala dingin dan niat baik.

“Saya sekali lagi sampaikan, kalian itu sesama profesi sebagai wartawan. Kalau bisa, diselesaikan dengan baiklah, karena setiap persoalan itu pasti ada jalan keluarnya, apapun persoalannya,” tambahnya.

Penasehat hukum yang juga aktif membela berbagai kasus hukum di Jakarta dan NTT itu menekankan pentingnya menjaga marwah profesi wartawan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, integritas, serta tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

Erles menutup dengan pesan agar insiden ini menjadi pembelajaran bersama, sehingga kejadian serupa tidak terulang dan pers NTT semakin kuat serta berintegritas.

Catatan redaksi: Demi asas keberimbangan informasi, Berita ini masih memerlukan Verifikasi lanjutan dalam kurun waktu secepatnya yang memuat perihal keterangan resmi Sylvester Keda sebagaimana namanya disebutkan dalam isi berita ini. (**)

Laporan: Adrianus Paju

Tags: Bupati Endedugaan intimidasiETMCintimidasi wartawanKASUS INTIMIDASIngaku wartawanNTTNews.netTVOnewartawan TVOne

BacaJuga

Duka Goreng Meni, Wabup Matim Minta Tim untuk Terus Berupaya Cari Korban Tertimbun Longsor

23 January 2026

Pulang Rantau dari Bali, Tiga Pemuda di Pacar Langsung Bunuh Adik Kandung Ayahnya Sendiri

21 January 2026

Breaking News: Armendo Ditemukan Tak Bernyawa, Korban Terseret Arus Sekitar Satu Km dari Tiwu Pai

19 January 2026

Tolak Bentuk Pembelaan Diri, Irenius Andar Dituntut Tanggung Jawab Atas Kematian Armendo di Tiwu Pai 

13 January 2026

ARTIKEL TERKINI

NTT Mart UBSP Lembu Nai, Ajang Kompetisi UMKM dan Perluas Akses Pasar Produk Lokal

29 January 2026

Program Revitalisasi Gedung SDK Ruteng VI Tuntas Dikerjakan

28 January 2026

Bupati Hery Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan, Bukti Kehadiran Negara Terhadap Keluarga Pekerja yang Berduka

27 January 2026

Launching NTT Mart UBSP Lembu Nai, SMA Negeri 2 Ruteng Dukung Program Dasa Cita Ayo Bangun NTT dan Gerakan Beli NTT

27 January 2026

BANYAK DIBACA

Pulang Rantau dari Bali, Tiga Pemuda di Pacar Langsung Bunuh Adik Kandung Ayahnya Sendiri

Kabel Listrik Ancam Keselamatan Pengguna Jalan, Warga Barang di Cibal Pertanyakan Lambannya Respon PLN Ruteng

30 Paket Pembangunan Bidang Pendidikan di Manggarai Rampung, Tiga Diantaranya Masuk KDP

Atap Bangunan SMAN 2 Kuwus Ambruk Diterpa Angin Kencang

Duka Goreng Meni, Wabup Matim Minta Tim untuk Terus Berupaya Cari Korban Tertimbun Longsor

Keok Akibat Angin Kencang, Pihak PLN Ruteng Akhirnya Perbaiki Kabel Listrik Bertegangan Tinggi di Desa Barang

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores