RUTENG, BERITA FLORES – Progres pembangunan program revitalisasi satuan pendidikan di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Ruteng VI di Kabupaten Manggarai, telah mencapai 100 persen.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, total anggaran program revitalisasi sekolah ini mencapai Rp 1.803.443.944 yang bersumber dari APBN.
Dana ini dipakai merehab 12 ruang kelas senilai Rp 1,3 miliar, pembangunan toilet dua paket senilai Rp 276 juta lebih, rehab toilet satu paket Rp 56 juta lebih, dan biaya manajemen Rp 81 juta lebih.
Seperti diketahui, Program revitalisasi yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) bidang pendidikan.
Tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar melalui perbaikan sarana dan prasarana serta menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman, sehat, dan ramah anak.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala SDK Ruteng VI, Anastasia Safitri Wolos, kepada media ini, mengatakan, progres dari semua pekerjaan baik itu rehab maupun pembangunan ruang kelas baru serta toilet itu sudah mencapai 100 persen.
“Puji Tuhan pekerjaan utama sudah tuntas, tentu susai targetlah. Hari ini kami bersih-bersih sisa material di luar gedung,” katanya kepada BeritaFlores.com. (27/01/2026)
Karena itu, Safitri menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pemerintah atas perhatian dan dukungan terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang ada di Manggarai.
“Tentunya kita berterima kasih kepada Kementerian dan pemerintah daerah atas bantuan anggaran APBN tahun 2025 ini,”
Sebab bagi Safitri, dengan adanya program revitalisasi ini, kondisi bangunan sekolah akan jauh lebih baik dan layak untuk kegiatan belajar mengajar.
Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya beberapa ruang kelas milik SDK Ruteng VI itu mengalami kerusakan ringan hingga sedang, seperti atap bocor, dinding retak, dan lantai yang mulai rusak akibat usia bangunan yang sudah lama.
“Sekolah ini usianya sudah 60 tahun lebih, sehingga ada begitu banyak kerusakan yang terjadi,”
Dengan adanya kegiatan revitalisasi ini, pihak sekolah optimis suasana belajar siswa akan lebih kondusif dan meningkatkan semangat guru dalam memberikan pengajaran.**
Laporan: Yhono Hande





