RUTENG, BERITA FLORES – Program pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Ruteng VI di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, menunjukkan kemajuan nyata.
Saat ini, progres pembangunan sudah mencapai 97 persen dan ditargetkan tuntas sesuai jadwal.
Sebagaimana terpantau Wartawan di lapangan, pekerjaan tinggal menyelesaikan pemasangan keramik lantai pada enam ruang kelas, dan para pekerja sedang kebut menuntaskan pekerjaan tersebut.
Sementara enam ruangan kelas lain serta pembangunan toilet baru sudah selesai dibangun dan sudah dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Sesuai papan informasi kegiatan, total anggaran program revitalisasi sekolah ini mencapai Rp 1.803.443.944 yang bersumber dari APBN.
Dana ini dipakai merehab 12 ruang kelas senilai Rp 1,3 miliar, pembangunan toilet dua paket senilai Rp 276 juta lebih, rehab toilet satu paket Rp 56 juta lebih, dan biaya manajemen Rp 81 juta lebih.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala SDK Ruteng VI, Anastasia Safitri Wolos, kepada media ini, mengatakan, progres pekerjaan rehab untuk enam ruangan kelas itu sudah mencapai 97 persen.
Kegiatan ini ditargetkan tuntas sebelum jadwal berakhir pada 25 Januari 2026. Pasalnya, pekerjaan tinggal menyelesaikan pemasangan keramik lantai.
“Per hari ini, progresnya sudah mencapai 97 persen, dan kemajuan pekerjaan ini tentu terus berubah. Kami optimis pasti tuntas sebelum jadwal berakhir. Minggu depan, tinggal pekerjaan finishing untuk 6 ruangan. Sementara 6 ruangan lain sudah tuntas,” ujar Safitri yang akrab disapa Fitri.
Fitri menyampaikan, untuk SDK Ruteng VI, program revitalisasi ini mulai dilaksanakan 25 Agustus 2025 usai dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak kementerian. Pada perjanjian itu termuat bahwa pekerjaan diberi waktu selama 150 hari kerja, yakni batas hingga pada tanggal 25 Desember 2026.
“Memang sesuai arahan kementerian, kami diminta untuk buat surat pengajuan penambahan waktu. Hal itu kami sudah buat, tapi setelah kami melihat kemajuan saat ini, bahwa pekerjaan tetap tuntas sesuai jadwal. Bahkan bisa selesai sebelum batas waktu. Pengawasan tetap terus kami lakukan,” katanya.
Fitri mengatakan, target awalnya pekerjaan fisik 12 gedung ruang kelas dan sejumlah fasilitas toilet, tuntas pada Desember 2025. Namun meleset karena terkendala hujan yang terus menguyur wilayah itu sejak Desember 2025. Tentu untuk tidak mengganggu pekerjaan dan demi kenyamanan, pihaknya memberlakukan shift untuk KBM.
Fitri menambahkan, progam ini dilaksanakan secara swakelola. Pihak sekolah membentuk Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) melibatkan guru, komite, dan unsur masyarakat. Revitalisasi ini merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Untuk diketahui, ada sebanyak 24 lembaga sekolah di Kabupaten Manggarai yang menerima bantuan program revitalisasi tahun anggaran 2025. Rinciannya 16 SD, 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 2 sisanya itu untuk TK-SKB. **
Laporan : Yhono Hande




