RUTENG, BERITA FLORES – Yayasan Ani’s bersama Dinas Sosial Kabupaten Manggarai mengunjungi sekaligus menyerahkan bantuan kepada seorang difabel (penyandang cacat) di wilayah Kecamatan Wae Ri’i pada Rabu 14 Januari 2026, kemarin.
Difabel yang beruntung itu bernama Darius. Pria penderita cacat fisik ini diketahui beralamat asal Kampung Wetok, Desa Ndehes, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, NTT.
Saat ini Darius tinggal bersama seorang anak perempuannya yang baru menyelesaikan pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Dikisahkan, cacat fisik yang dialami Darius bukanlah bawaan sejak lahir. Ia ternyata alami musibah jatuh dari atas tembok penahan tanah pada tiga tahun silam. Akibat insiden itu, kaki bagian kiri Darius mulai mengecil.
Karena kondisi itu, Darius tidak lagi bisa beraktivitas seperti sediakala sebagaimana kondisi fisik yang normal.
Walau demikian, Darius tetap berusaha menjalani aktivitas kesehariannya menggunakan bantuan tongkat yang dibuatkan oleh tetangganya dari bahan kayu.
Meski tetap menahan rasa sakit selama menggunakan tongkat kayu, Darius tidak putus asa begitu saja. Ia tetap berusaha semampunya beraktivitas agar tidak menyusahkan keluarga.
Kesabarannya kini mulai terbantu dengan hadirnya bantuan pihak Peduli Kasih dari Yayasan Ani’s dan Pemda melalui Dinas sosial Manggarai.
Terkait bantuan itu, Darius menyampaikan terima kasih karena telah meringankan beban atas kondisinya.
“Terima kasih banyak atas bantuan yang saya terima dari Yayasan Ani’s”, cetus Darius.
Menjelaskan bantuan yang disalurkan, Perwakilan Yayasan Ani’s, Nona Masad mengaku turut berbahagia lantaran bisa bergandeng tangan bersama Pemda Manggarai dan Pendamping Difabel Kemensos untuk bisa berbagi kasih memberikan bantuan bagi kaum difabel.
Bantuan yang disalurkan untuk Darius, jelas dia, berupa tongkat ketiak 1 pasang (Yayasan Ani’s) dan sembako dari Dinas Sosial Manggarai.
“Kami dari Yayasan Ani’s sangat bahagia dan bersyukur karena bisa bersama-sama dengan Pemerintah dalam hal ini Dinsos Manggarai untuk membantu yang sakit, dan para difabel yang terlupakan,” kata Nona kepada Beritaflores pada Kamis 15 Januari.
Saat ini, beber dia, masih banyak orang yang membutuhkan bantuan. Karenanya ia berharap semoga ke depan semakin banyak lagi orang yang berempati dan peduli dengan kegiatan kemanusiaan.
“Seperti yang selalu kami gaungkan di yayasan Ani’s “STOP TALKING START DOING” atau berhentilah berbicara, mulailah melakukan,” ceritanya.
Nona berharap agar bantuan yang telah diberikan kepada Darius itu bisa bermafaat dan meringankan beban keseharian dalam beraktivitas.
“Harapannya, semoga itu semua bisa meringankan beban bapak Darius. Jangan melihat nilai atau jumlahnya. Kita juga berharap lewat kegiatan ini, semoga semakin banyak orang yang peduli dengan mereka,” tutupnya.
Laporan : Yhono Hande








