• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Friday, January 30, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Dari Tawaran Eksotis Berubah Serem, Tragedi ‘Tiwu Pai’ Kisahkan Momok Wisata Air Terjun jadi Ganas

by Berita Flores
14 January 2026
in BERITA, SOSOK
A A
0

Tiwu Pai - Foto: Akun Facebook Tiwu Pai Irenius Andar

Share on FacebookShare on Twitter

RUTENG, BERITAFLORES – Kunjungan wisata berujung hilangnya nyawa seorang remaja bernama Armendo W.Jeferson menjadi topik diskusi publik yang hangat ditampilkan pada laman sejumlah media sosial hari-hari ini.

Insiden tragis pada Minggu 11 Januari 2026 tersebut tampak mengisahkan luka dan duka mendalam, tidak hanya bagi kedua orangtua dan kelaurga besar korban Armendo, tetapi juga turut dirasakan publik daerah Manggarai umumnya.

Isak tangis ayahanda dan ibunda korban serta warga yang ikut menyaksikan mereka di tepi aliran sungai sungguh menyedot perhatian publik luas, dukungan serta doa pun kian mengalir berharap jasad Armedo segera ditemukan untuk dimakamkan secara layak oleh orangtua dan keluarga.

Kisah ini berawal dari dikenalnya sebuah destinasi wisata lokal baru yang bernama ‘Tiwu Pai’ Waterfall.

Berlokasi di seputaran wilayah perkebunan warga Wontong, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, NTT, lokasi Tiwu Pai ini mulai dipromosikan menjadi sebuah tempat rujukan untuk kunjungan wisata lokal dan bahkan manca negara.

Adalah Irenius Andar, warga desa setempat yang menjadi perintis. Kreasi Irenius menata tempat itu dari sebelumnya hanya sebuah areal perkebunan dan aliran sungai dalam wilayah hutan biasa berubah seketika menjadi tempat wisata eksotis.

Upaya Irenius tampak berhasil. Beberapa waktu belakangan setelah ditata dengan sederhana, lokasi itu seketika langsung dikenal luas dan perlahan dikunjungi banyak orang untuk berwisata.

Namun sayang, pesona wisata alam yang melukiskan kolam dengan aliran air berwana hijau bercampur pesona air terjun itu seketika redup, bukan lagi sebuah pesona alam dan air terjun yang tampil memukau melainkan maut yang berubah menjadi momok, digambarkan begitu mencekam, menakutkan dan berbahaya.

Sesuai informasi yang dihimpun, Minggu 11 Januari, pagi, Armendo dengan sejumlah rekan remajanya mengunjungi lokasi itu untuk  berwisata.

Siapa sangka lokasi itu ternyata menyimpan catatan akhir cerita hidupnya. Di sana Ia menjemput ajal dengan tragedi tenggelam di dalam kolam. Seketika menggemparkan, sulit dinarasikan pikiran bagaimana tempat itu akhirnya menunjukkan sisi gelap soal keganasan air terjun dan kolam dengan warna memukau itu.

Tidak banyak yang tahu persis kronologi kejadian selain rekan-rekan Armendo dan anak kecil yang menuntun mereka ke lokasi, bahkan Irenius selaku pengelola tunggal tempat itu juga tidak mengetahui persis apa yang terjadi menimpa Armendo saat tiba di kolam.

Armendo dikabarkan tenggelam ke dasar kolam, menghilang dari pandangan para rekannya hingga berujung pada proses pencarian dengan melibatkan banyak pihak mulai dari warga sekitar, aparat kepolisian, TNI, peesonil Polairud dan tim Basarnas, termasuk Irenius.

Sedih. Duka yang tidak bisa terlukiskan. Proses pencarian lalu dimulai sejak Armendo dinyatakan menghilang akibat tenggelam pada Minggu 11 Januari pagi hingga Rabu 14 Januari belum juga ada kabar penemuan jasadnya.

Proses Pencarian Terkendala Cuaca Buruk

Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi sejak tenggelamnya korban Armendo menghambat kerja para tim dalam upaya pencarian.

Debit air yang terus meningkat dan kondisi air keruh akibat hujan deras menjadi kendala utama para tim menjangkau jarak pandang saat menyelam di dalam air kolam.

Kondisi itu senada dengan penyampaian Kapolsek Reo, Ipda Joko Sugiarto, saat dikonfirmasi media pada Minggu Sore.

“Untuk sementara, proses pencarian kami hentikan malam ini karena kondisi medan dan jarak pandang yang tidak memungkinkan. Namun, kami pastikan tim akan kembali terjun melanjutkan pencarian besok pagi dengan area penyisiran yang akan diperluas,” katanya.

Pada hari kedua, Senin 12 Januari, rute pencarian mulai diperluas. Selain di dalam kolam, para relawan juga mulai menyisir sepanjang kali untuk memastikan keberadaan korban.

Kendati demikian,  upaya pencarian masih belum membuahkan hasil hingga hari keempat pada Rabu, 14 Januari 2026.

Dengan kondisi ini, kelurga dan publik tentu terus berharap agar dengan segala upaya dalam proses pencarian pada hari berikutnya dapat membuahkan hasil ditemukannya jasad korban Armendo untuk dimakamkan dengan selayaknya oleh pihak keluarga.

Buka Tutup Layanan Pengunjung

Pasca lokasi wisata itu mulai dikenal dan dikunjungi banyak orang, Irenius Andar selaku pengelola tunggal, sempat mengumumkan penutupan sementara kunjungan wisata sejak tanggal 5 Januari 2025 lalu.

Dalam postingan melalui akun media sosial facebook ‘Tiwu Pai Irenius Andar‘, Ia menuliskan bahwa kunjungan wisata ke lokasi itu untuk sementara ditutup dengan alasan curah hujan yang tinggi demi keselamatan pengunjung.

“Info penting pariwisata. Objek Wisata Air Terjun Tiwu Pai Ditutup Sementara mulai 5 Januari. Alasan: Curah hujan yang tinggi demi keselamatan pengunjung. CLOSED.”, caption yang ditampilkan dalam foto dirinya dengan latar belakang Tiwu Pai yang diposting  pada 5 Januari.

Kendati sempat dinyatakan tutup sementara waktu, lokasi itu kembali dibuka saat Armendo bersama sejumlah rekan remajanya menemui Irenius di Wontong pada Minggu 11 Januari 2026.

Irenius disebut-sebut akhirnya membuka kembali pintu kunjungan setelah Armendo bersama rekannya membayar biaya puluhan ribu rupiah, lalu mengijinkan mereka masuk ke lokasi wisata hingga tragedi tenggelam itu terjadi.

Pada Minggu malam, pasca kejadian, Irenius menuliskan dalam cuitannya pada laman akun facebook Tiwu Pai Irenius Andar dengan mengatakan telah melakukan berbagai upaya agar para pengunjung  tidak melakukan kegiatan apapun di lokasi wisata.

Irenius berkata agar setiap pengunjung yang masih nekat ke lokasi wisata hanya diperbolehkan untuk mengambil gambar atau foto, tidak diperkenankan untuk berenang dan kegiatan lainnya.

“Segala upaya sudah saya lakukan agar tidak boleh ada kegiatan dan kata-kata terakhir saya tidak boleh berenang. Hanya ambil foto saja dan ikuti aturannya”, tulis Irenius.

“Diluar dugaan mereka sudah ada di kolam dan ada gait (pemandu) kecil informasikan bahwa tunggu om Iren nanti dia jelaskan, dan mereka melanggarnya”, sambung Irenius.

Respon Kelurga Besar Soal Tragedi Armendo

Walau sempat diumumkan tutup untuk batas waktu yang tidak ditentukan,  namun dengan mengijinkan Armendo bersama rekannya masuk ke lokasi Tiwu Pai hingga berujung petaka itu memicu respon dari Ikatan Keluarga Besar Welak Orong Manggarai Barat (IKBWO-MB).

Persatuan keluarga mengatasnamakan perwakilan dari pihak keluarga besar korban Armendo melayangkan surat somasi untuk Irenius dengan tembusan surat kepada Kapolres Manggarai di Ruteng, Camat Reo Barat, serta Kepala Desa Wontong.

Surat somasi yang dilayangkan dengan Nomor: 01/IKB-WO/I/2026 itu membubuhkan sejumlah poin termasuk menuntut pertanggung jawaban Irenius selaku pengelola secara penuh dihadapan hukum atas insiden tenggelamnya Alm. Armendo.

“Bahwa pada hari Minggu, 11 Januari 2026, Saudara secara sadar telah memberikan izin masuk dan memungut biaya tiket kepada almarhum Armedo W. Jeferson beserta 10 orang rekannya untuk berwisata di Tiwu Pai,” isi somasi yang dilayangkan keluarga Alm. Armedo sebagaimana dilansir dari berita yang dipublikasikan NTT.VIVA.CO.ID, Selasa 13 Januari 2026.

Isi somasi keluarga itu juga menyebut bahwa Irenius tidak dapat berlindung di balik status penetupan per 5 Januari 2026 yang ia sampaikan melalui akun media sosial facebooknya, sementara faktanya ia tetap membuka dan mengijinkan pengunjung masuk ke lokasi spot wisata.

“Bahwa tindakan Saudara menerima pembayaran tiket secara otomatis membatalkan klaim “Himbauan Tutup” yang Saudara keluarkan pada 5 Januari 2026. Saudara tidak dapat berlindung di balik status penutupan sementara Saudara sendiri yang melanggar aturan tersebut demi keuntungan materiil.” tulisan point kedua dalam surat somasi ikatan leluarga tersebut.

Tak hanya itu, pihak keluarga juga menyoroti adanya unsur kelalaian karena tidak memfasilitasi pemandu wisata profesional dan bahkan hanya mempercayakan anak dibawah umur sebagai pemandu kunjungan di lokasi wisata.

“Bahwa Saudara telah melakukan kelalaian nyata dengan tidak menyediakan tenaga pengawas/penyelamat profesional, melainkan hanya mendelegasikan pemandu anak di bawah umur yang tidak memiliki kualifikasi keselamatan air. Bahwa akibat dari kelalaian Saudara dalam memenuhi standar keselamatan wisata alam, anggota keluarga kami, Armedo W. Jeferson, telah kehilangan nyawanya,” bunyi dalam surat somasi itu.

Adapun beberapa kutipan point somasi yang dilayangkan Ikatan Keluarga Besar Welak Orong Manggarai Barat sebagaimana  mengutip artikel NTT.VIVA.CO.ID, sebagai berikut:

MENOLAK segala bentuk pembelaan diri Saudara yang menyatakan lokasi dalam keadaan tutup sebagai alasan lepas tanggung jawab.

MENUNTUT Saudara untuk bertanggung jawab secara penuh di hadapan hukum, baik secara Pidana (Pasal 359 KUHP) maupun Perdata (Pasal 1365 KUHPerdata).

MEMPERINGATKAN Saudara agar tidak melakukan upaya manipulasi fakta atau intimidasi terhadap saksi-saksi (10 rekan korban) yang mengetahui persis adanya transaksi tiket masuk.

“Surat ini kami sampaikan sebagai bentuk ketegasan bahwa Ikatan Keluarga Besar Welak Orong tidak akan tinggal diam dan akan mengawal proses hukum ini hingga Saudara mendapatkan sanksi yang setimpal atas hilangnya nyawa anak dan saudara kami,” isi bagian akhir somasi yang dibuat per 13 Januari 2026 itu.

Penulis: Adrianus Paju

Tags: Armendo tengelam di Tiwu PaiDESTINASI WISATATiwu Paitragedi Tiwu Paiwisatawisata Tiwu Pai Reok Barat

BacaJuga

NTT Mart UBSP Lembu Nai, Ajang Kompetisi UMKM dan Perluas Akses Pasar Produk Lokal

29 January 2026

Program Revitalisasi Gedung SDK Ruteng VI Tuntas Dikerjakan

28 January 2026

Bupati Hery Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan, Bukti Kehadiran Negara Terhadap Keluarga Pekerja yang Berduka

27 January 2026

Launching NTT Mart UBSP Lembu Nai, SMA Negeri 2 Ruteng Dukung Program Dasa Cita Ayo Bangun NTT dan Gerakan Beli NTT

27 January 2026

ARTIKEL TERKINI

NTT Mart UBSP Lembu Nai, Ajang Kompetisi UMKM dan Perluas Akses Pasar Produk Lokal

29 January 2026

Program Revitalisasi Gedung SDK Ruteng VI Tuntas Dikerjakan

28 January 2026

Bupati Hery Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan, Bukti Kehadiran Negara Terhadap Keluarga Pekerja yang Berduka

27 January 2026

Launching NTT Mart UBSP Lembu Nai, SMA Negeri 2 Ruteng Dukung Program Dasa Cita Ayo Bangun NTT dan Gerakan Beli NTT

27 January 2026

BANYAK DIBACA

Kabel Listrik Ancam Keselamatan Pengguna Jalan, Warga Barang di Cibal Pertanyakan Lambannya Respon PLN Ruteng

Pulang Rantau dari Bali, Tiga Pemuda di Pacar Langsung Bunuh Adik Kandung Ayahnya Sendiri

Atap Bangunan SMAN 2 Kuwus Ambruk Diterpa Angin Kencang

30 Paket Pembangunan Bidang Pendidikan di Manggarai Rampung, Tiga Diantaranya Masuk KDP

Bupati Hery Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan, Bukti Kehadiran Negara Terhadap Keluarga Pekerja yang Berduka

Keok Akibat Angin Kencang, Pihak PLN Ruteng Akhirnya Perbaiki Kabel Listrik Bertegangan Tinggi di Desa Barang

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores