RUTENG , BERITA FLORES – Salah satu pelaku seni dan budaya Manggarai, Felix Edon, mengapreasiasi Pemerintah Kabupaten Manggarai atas komitmennya mendorong pelestarian dan pemajuan kebudayaan.
Apresiasi Felix diistimewakan kepada Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, pasca ditetapkan sebagai kandidat penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Pria yang telah menciptakan puluhan lagu Manggarai ini mengaku merasa bangga dan terharu, karena dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama, kepala daerah yang memimpin Manggarai justru menerima pengakuan nasional di bidang kebudayaan.
Menurut Felix Edon, hal tersebut merupakan peristiwa yang istimewa dan langka, ketika pelaku budaya dan pemimpin daerah sama-sama mendapat perhatian dan apresiasi atas kerja-kerja kebudayaan.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri. Tidak sering terjadi, dalam waktu yang berdekatan, pelaku seni dan kepala daerah sama-sama mendapat pengakuan atas komitmen di bidang kebudayaan. Beberapa waktu lalu saya Bersama Sanggar Wela Rana mendapat penghargaan dari Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta, Rabu, 17 Desember 2025. Ini pertanda baik bagi masa depan budaya Manggarai,” ungkap Felix Edon di Sekretariat Sanggar Wela Rana, Sabtu, (10/01) .
Ia menilai, penetapan Bupati Manggarai sebagai kandidat Anugerah Kebudayaan PWI Pusat merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya. Dukungan tersebut tercermin dalam kebijakan, fasilitasi ruang ekspresi seni, serta penguatan komunitas budaya di tingkat akar rumput.
Felix Edon menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku seni menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya Manggarai. Dengan dukungan yang konsisten, seni tradisional tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dan relevan dengan generasi muda.
Anugerah Kebudayaan PWI Pusat sendiri melalui proses penilaian yang ketat dan berjenjang, mulai dari penjaringan kandidat, verifikasi administrasi dan substansi, penilaian oleh Dewan Juri independen, hingga pendalaman materi dan penetapan penerima penghargaan pada forum nasional PWI.
“Budaya adalah jati diri. Ketika pemimpin daerah dan pelaku budaya berjalan seirama, maka kebudayaan akan menjadi kekuatan pembangunan. Bagi masyarakat Manggarai, penetapan ini menjadi kebanggaan sekaligus momentum penting untuk terus menempatkan kebudayaan sebagai roh pembangunan daerah,” tambahnya.
Acara penerimaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat akan dilaksanakan secara resmi pada puncak Hari Pers Nasional (HPN), 09 Februari 2026 di Provinsi Banten yang rencananya dihadiri langsung oleh Presiden RI. Parobowo Subianto.
Laporan : Yhono Hande




