RUTENG, BERITA FLORES – Pemerintah daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai resmi menutup Masa Sidang Tahun 2025.
Penutupan masa sidang 2025 itu dipalukan dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Manggarai, pada Senin 22 Desember 2025.
Dalam pointnya, masa sidang ini menjadi momentum evaluasi kinerja legislatif dan eksekutif selama tahun 2025, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam mempersiapkan pelaksanaan program dan kebijakan pembangunan pada tahun anggaran 2026 mendatang.
Selain pimpinan DPRD Manggarai dan para anggotanya, sidang tersebut terpantau dihadiri oleh Bupati Herybertus G.L Nabit dan Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu.
Turut hadir juga Penjabat Sekretaris Daerah, Lambertus Paput, unsur Forkopimda Manggarai para Staf Ahli Bupati, para Asisten serta para Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai.
Bupati Hery Nabit dalam penyampaiannya menyerukan kepada seluruh peserta sidang untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan sehingga seluruh agenda pemerintahan dan legislasi sepanjang tahun 2025 dapat berjalan dan diselesaikan dengan baik.
Ia juga sempat menyampaikan ucapan selamat menyambut Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Apresiasi juga turut disampaikan kepada para ibu-ibu di Manggarai atas moment peringatan Hari Ibu sedunia.
“Kita patut bersyukur karena dengan segala keterbatasan dan tantangan, seluruh proses pembahasan kebijakan daerah selama tahun 2025 dapat diselesaikan melalui kerja keras, dedikasi, dan semangat kebersamaan antara DPRD dan Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembahasan APBD Tahun Anggaran 2025 dan 2026 merupakan proses yang cukup menyita waktu dan energi.
Kendati demikian, berkat komitmen dan kerja sama yang baik antara DPRD dan Pemerintah Daerah, seluruh tahapan pembahasan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah disepakati.
Terkait kondisi fiskal daerah, Bupati Manggarai menegaskan bahwa kapasitas fiskal daerah masih terbatas akibat tingginya ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai mendorong optimalisasi pinjaman daerah sebagai salah satu langkah strategis pembiayaan pembangunan.
“Pinjaman daerah yang telah disepakati sebesar Rp100 miliar merupakan langkah strategis untuk menutup kesenjangan fiskal dan memastikan program-program prioritas pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga menyoroti rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mengajak seluruh pihak untuk terus berinovasi dalam menggali potensi daerah dengan memanfaatkan payung hukum yang telah tersedia, termasuk penyesuaian tarif pajak dan retribusi daerah.
“Mari kita jalankan amanat peraturan daerah secara konsisten agar pendapatan daerah dapat meningkat dan ketergantungan terhadap pemerintah pusat dapat dikurangi secara bertahap,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Manggarai atas kemitraan yang konstruktif sepanjang tahun 2025.
Ucapan terima kasih serupa juga disampaikan kepada masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Menutup sambutannya, Bupati berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif terus diperkuat guna menghasilkan kebijakan yang responsif, realistis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Perbedaan pandangan dalam proses demokrasi adalah hal yang wajar. Justru dari perbedaan itulah kita dapat merumuskan kebijakan yang lebih baik demi kemajuan Kabupaten Manggarai yang kita cintai bersama,” tutup Bupati.
Sementara Ketua DPRD Paulus Peos, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sidang penutupan tahun Dinas 2025i merupakan puncak dari seluruh proses yang telah dilalui selama tahun 2025.
Ia menekankan kerja sama yang berkeluargaan, pembahasan kreatif di masing-masing komisi, penyelenggaraan pembangunan daerah, hingga klarifikasi dan penyempurnaan terhadap masukan dari masyarakat dan perangkat daerah.
“Khusus terkait pinjaman daerah, kita membutuhkan kesempatan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran. Melalui kerja keras, dialog konstruktif, dan koordinasi dengan berbagai pihak, kita telah menghasilkan aktivitas yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Aktivitas ini lebih realistis, cepat, dan efektif dalam alokasi pendapatan,” ujar Paulus Peos.**
Laporan : Yhono Hande




