RUTENG, BERITAFLORES – Bank NTT Cabang Ruteng seakan tak pernah surut menggelar kegiatan sosial terhadap masyarakat NTT, khusunya Kabupaten Manggarai.
Pihak Bank daerah yang satu ini tampak fokus menyalurkan bantuan sosial dalam bidang keagamaan seperti ikut membantu pembangunan gereja di sejumlah wilayah.
Halnya pada pada Jumat 19 Desember 2025 kemarin, pihak Bank tersebut kembali menyalurkan bantuan untuk mendukung pembangunan Kapela Stasi Santo Agustinus Nontol, Paroki Kristus Raja Pagal di Kecamatan Cibal dengan jumlah bantuan senilai Rp5 juta.
Menjelaskan bantuan itu, Pemimpin Bank NTT Cabang Ruteng, Romi Radjalangu, mengatakan jika kegiatan yang terselenggara merupakan agenda tahunan perusahaan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Kehadiran kami di Stasi Santo Agustinus Nontol kali ini sangat berkesan karena medannya cukup sulit. Kami berharap bantuan ini mempercepat pembangunan kapela sehingga umat di Desa Nolong Cuang dapat beribadah dengan lebih layak,” ujar Romi.
Kata Romi menjelaskan, Bank NTT memandang aspek spiritual sebagai fondasi utama ekonomi.
“Kehidupan manusia harus utuh. Aspek rohani menopang kehidupan ekonomi. Kami hadir bukan sekadar urusan finansial, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan iman umat,” cetusnya.
Menanggapi bantuan yang diterima, Pastor Paroki Kristus Raja Pagal, Albertus Magnus Dafidis Watan Lasar, menilai dukungan Bank NTT bukan sekadar pemenuhan tanggung jawab sosial (CSR), melainkan bentuk ketulusan hati.
“Ini adalah kali kedua dalam tiga tahun terakhir Bank NTT memberikan perhatian nyata bagi Paroki Pagal. Ini adalah contoh kolaborasi luar biasa antara sektor perbankan dan gereja dalam membangun kehidupan rohani serta ekonomi masyarakat,” kata Pastor Albertus.
Senada disampaikan Ketua Stasi Santo Agustinus Nontol, Yustus Adilamuilo, yang menyampaikan jika bantuan yang diterima, dianggap sebagai kado Natal bagi umat.
“Selama ini kami beribadah di ruang sekolah atau rumah warga. Berkat dukungan ini, kami bersyukur Natal 2025 sudah bisa dirayakan di kapela sendiri meski masih tahap penyelesaian,” singkatnya.
Laporan : Yhono Hande




