RUTENG, BERITA FLORES – Pemerintah kabupaten Manggarai melalui Dinas Sosial, telah menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi warga terdampak musibah tanah longsor di Desa Rado, Kecamatan Cibal.
Jenis bantuan yang disalurkan pada Senin 15 Desember itu berupa 200 kg beras, 1 (satu) dos makanan lauk siap saji dan 2 buah terpal.
Bantuan tersebut diturunkan pasca musibah tanah longsor terjadi pada Minggu 13 Desember, sekitar pukul 17.00 wita.
Akibatnya, satu unit rumah permanen milik warga bernama Paulus Ansur diterajang material longsor hingga rusak parah.
Dibagian dinding tembok sisi kiri tampak jebol hingga material tanah longsor masuk menumpuk di bagian dalam ruangan rumah, termasuk kuburan ayahandanya ikut tertimbun tanah longsor.
Tak hanya itu, sing dan kerangka atap rumah naas itu juga rusak parah hingga bagian sisi bangunan terancam ambruk.
Selain rumah Paulus, tiga unit rumah warga lainnya yang ada disekitaran area titik longsor juga ikut terancam. Mereka kemudian mencari tempat aman dengan mengungsi ke rumah-rumah keluarga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai, Benyamin San, mengatakan telah merespon cepat terhadap peristiwa bencana yang terjadi.
Kata dia, bantuan yang disalurkan bersifat tanggap darurat sembari menyarankan para keliuarga terdampak agar mengungsi sementara waktu ke tempat yang paling aman.
“Begitu dapat informasi bencana, kami langsung koordinasi dengan kepala desa Rado. Kami salurkan beras sebanyak 200 kg dan bantuan makanan siap saji serta terpal. Tidak hanya korban yang rumahnya terkena bencana, tapi juga ada tiga kepala keluarga yang rumahnya terancam,” ujar Benyamin saat berbicara dengan Beritaflores di ruang kerjanya pada Selasa, 16 Desember, kemarin.
Selama tahun 2025, sebut Benyamin, pihak Donsos Manggarai telah menyalurkan beras bantuan bencana alam dan non bencana alam sebanyak 30 ton 452 kg.
Kendati demikian, stok beras untuk bantuan tanggap darurat saat ini masih aman sebagai bantuan siaga menghadapi musim hujan sekarang ini.
“Sekarang musim hujan, dan kami selalu siaga. Sampai akhir Desember 2025, stok beras di gudang masih aman, dan perioritas untuk bencana alam. Kalau ada bencana non alam, maka kami akan salurkan setelah ada permohonan dari desa,” pungkasnya.
Laporan : Yhono Hande




