RUTENG, BERITAFLORES – Kepala Desa Rado, Bernardus Ncuang, memberikan arahan kepada keluarga terdampak bencana longsor di Dusun Dopo, Desa Rado, Kecamatan Cibal.
Arahan itu disampaikan saat meninjau lokasi longsor bersama aparatur desa dan Bhabisa Cibal, Sertu Frids Kadiawano, serta Ramli selaku Bhabinkamtibmas Kecamatan Cibal pada Senin 15 Desember pagi.
Kades Bernardus mengimbau agar warga terdampak musibah tanah longsor segera mengungsi ke wilayah yang dianggap paling aman.
Kata dia, ancaman longsor bisa jadi kapan saja sepanjang musim hujan seperti saat ini, karena itu antisipasi kewaspadaan warga desa perlu ditingkatkan.

Dengan begitu, diimbau agar keluarga terdampak longsor beserta sejumlah keluarga lainnya yang terancam musibah tanah longsor agar segera mencari kenyamanan dan keamanan di rumah-rumah penduduk yang dianggap paling aman dari musibah.
“Atasanama pemerintah saya telah mengimbau kepada anggota keluarga terdampak longsor, khususnya salah satu rumah yang rusak parah karena material longsor agar sementara waktu harus mengungsi ke tempat yang aman”, katanya.
Kades bernardus juga mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak perihal bantuan tanggap darurat keluarga terdampak, termasuk dengan pihak Dinas Sosial Manggarai.
“Rencananya jam 12.00 siang ini kami akan ke ruteng mengambil bantuan tanggap darurat untuk keluarga korban terdampak bencana”, ujarnya.

Pihaknya juga memberi penguatan dalam bentuk arahan agar para anggota keluarga agar tidak menyesali kondisi kerusakan rumah akibat musibah lonsgor yang terjadi.
“Yang paling penting anggota keluarga selamat dari musibah. Soal bangunan rumah, harta benda yang ikut tertimbun material longsor jangan dipikirkan asal keselamatan kita tidak terancam”, tuturnya.
Sementara, Paulus Ansur, pemilik rumah naas yang dihantam material longsor mengaku bersedia mengungsi sesuai arahan pemerintah desa.
Tingkat keruskaan rumah miliknya dwngan berukuran 7×10 meter persegi itu parah. Selain sejumlah perabot rumah tangga tertimbun tanah longsor, kuburan ayahandanya juga ikut tertimbun.
Rumah tersebut dihuni oleh 5 anggota keluarga. Tak hanya itu, tiga rumah lainnya juga saat ini ikut terancam musibah longsor serupa.
Total kerugian material yang ditimbulkan akibat mudibah itu ditaksasi nencacapi puluhan juta rupiah.
Diberitakan sebelumnya, material tanah longsor menghantam satu unit rumah permanen milik Paulus Ansur, seorang warga dusun Rado, Desa Rado, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT.
Akibat bencana longsor itu, didinding tembok bagian sisi kiri rumah Paulus jebol hingga material tanah longsor masuk menumpuk di bagian dalam ruangan rumah.
Tak hanya itu, sing dan kerangka atap rumah naas itu juga rusak parah hingga bagian sisi bangunan terancam ambruk.
Kedes bernardus saat dikonfirmasi Beritaflores pada Minggu malam menerangkan bahwa hantaman material tanah longsor terhadap rumah Paulus tersebut terjadi pada Minggu, 13 Desember 2025, sore sekitar pukul 16.00 wita.
Kejadian ini, ungkap dia, dipicu lantaran tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah setempat sejak Minggu siang.
Beruntung, kata Kades Bernardus, reruntuhan tembok bangunan rumah beserta meterial longsor tidak menimpa Paulus dan Keluarga. Walau demikian, saat ini Paulus beserta keluarga telah dievakuasi ke rumah tetangga.
Selain rumah Paulus, terdapat beberapa rumah warga lainnya juga saat ini dalam status waspada karena terancam musibah tanah longsor.
Kades Bernardus juga turut mengimbau kepada seluruh warga desa Rado khususnya yang berdomisili di sekitaran area rawan longsor agar selalu tingkatkan kewaspadaan demi keamanan dan keselamatan.
Kepala Dinas Sosial Manggarai, Benyamin San, saat dikonfirmasi terkait laporan kondisi longsor dari pemerintah desa Rado mengakaku telah menerima laporan dari Camat Cibal dan Kepala Desa Rado.
Pihaknya juga telah menyiapkan bantuan tanggap darurat untuk disalurkan kepada keluarga terdampak.
“Semalam pak camat kirim foto kondisi rumah korban, pagi tadi kami koordinasi dgn pak kades Rado, kebetulan siang ini pak kades Rado ke Ruteng, tentunya kami siapkan tanggap darurat, seperti beras, dan bantuan lainya, tentunya kami masih menunggu pak kades detail kerusakan rumah korban, yang jelas kami siap untuk bantuan ranggap darurat hari ini”, jelasnya. (**)
Laporan: Adrianus Paju




