RUTENG, BERITAFLORES – Pemerintah Daerah Manggarai melalui Dinas Sosial (dinsos) gerak cepat (gercep) menangapi musibah tanah longsor yang menerjang permukiman warga di Dusun Dopo, Desa Rado, Kecamatan Cibal.
Mengonfirmasi Beritaflores, Kepala Dinas Sosial, Benyamin Man, mengatakan pemerintah daerah Manggarai melalui Dinas Sosial telah mengirimkan sejumlah paket bantuan tanggap darurat untuk keluarga terdampak musibah melalui pemerintah desa Rado.
Jenis bantuan yang disalurkan itu, kata Kadis Benyamin, berupa beras 200 kg, 1 (satu) dos makanan lauk siap saji dan 2 buah terpal.
“Kami sudah salurkan bantuan tanggap darurat untuk keluarga yang terdampak bencana tanah longsor di desa Rado. Kami serahkan tadi melalui pak kades Rado”, terangnya.
Saat ini, Pemdes Rado terkonfirmasi sedang dalam perjalanan menghantarkan paket bantuan tersebut kepada warga desanya yang terdampak.
Sebagaimana diberitakan, material tanah longsor menghantam satu unit rumah permanen milik Paulus Ansur, seorang warga dusun Rado, Desa Rado, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT.
Akibat bencana longsor itu, dinding tembok bagian sisi kiri rumah Paulus jebol hingga material tanah longsor masuk menumpuk di bagian dalam ruangan rumah.
Tak hanya itu, sing dan kerangka atap rumah naas itu juga rusak parah hingga bagian sisi bangunan terancam ambruk.
Musibah longsor dengan lebar sekitar 17 meter itu terjadi pada Minggu, 13 Desember 2025, sore sekitar pukul 16.00 wita.
Selain rumah Paulus, terdapat tiga unit rumah warga lainnya juga saat ini dalam status waspada karena terancam musibah tanah longsor serupa.
Kades Rado, Bernardus Ncuang, menerangkan kejadian itu dipicu lantaran tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah setempat sejak Minggu siang.
Beruntung, kata Kades Bernardus, reruntuhan tembok bangunan rumah beserta meterial longsor tidak menimpa Paulus dan Keluarga. Walau demikian, saat ini Paulus beserta keluarga telah dievakuasi ke rumah tetangga.
Kades Bernardus juga memberi penguatan dalam bentuk arahan agar para anggota keluarga agar tidak menyesali kondisi kerusakan rumah akibat musibah lonsgor yang terjadi.
“Yang paling penting anggota keluarga selamat dari musibah. Soal bangunan rumah, harta benda yang ikut tertimbun material longsor jangan dipikirkan asal keselamatan kita tidak terancam”, tuturnya.
Sementara, Paulus Ansur, pemilik rumah naas yang dihantam material longsor mengaku bersedia mengungsi sesuai arahan pemerintah desa.
Tingkat keruskaan rumah miliknya dengan berukuran 7×10 meter persegi itu parah. Selain sejumlah perabot rumah tangga tertimbun tanah longsor, kuburan ayahandanya juga ikut tertimbun.
Total kerugian material yang ditimbulkan akibat musibah itu ditaksasi nencacapi puluhan juta rupiah.
Sementara ini, Paulus beserta keluarga dan beberapa warga lainnya yang ikut terancam musibah longsor terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang letaknya jauh dan aman dari lokasi longsor. (**)
Laporan: Adrianus Paju




