RUTENG, BERITAFLORES – Komandam Korem (Dandim) 161 Wirasati Kupang, NTT, Brigjen TNI Hendro Cahyono resmi menutup pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 126 di Manggarai.
Penutupan pelaksanaan program TMMD ini dilakukan melalui upcara resmi yang dilangsungkan di lapangan Bea Waja, Pagal, Kecamatan Cibal, Kamis 6 November 2025 pagi.
Selain prajurit Kodim 1612 Manggarai, upacara penutupan ini dihadiri oleh utusan Pemda Manggarai, Wakil Ketua II DPRD Manggarai, Unsur Forkopimda, Unsur Forkopicam, para kepala desa, Pol PP, aparat Polsek Cibal, Dinas Pertanian Manggarai.
Sebelumnya, pelaksanaan program TMMD ke 126 di Manggarai ini dibuka melalui upacara serupa di tempat yang sama, pada 8 Oktober 2025.
Pelaksanaan program pemerintah dengan fokus pelaksanaan pada sektor pertanian ini dieksekusi oleh prajurit TNI Kodim 1612 Manggarai dan menyasar ke lima desa se-Kecamatan Cibal muali tanggal 8 Oktober hingga Kamis 6 November 2025.
Kelima desa sasaran dengan paket program TMMD ke 126 ini diantaranya desa Riung dengan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), program RTLH, pembangunan MCK sekaligus tandon Air dan MCK di Desa Barang , pembangunan saluran irigasi di Desa Pinggang , pembangunan saluran irigasi dan Telford jalan di Desa Rado serta pembangunan irigasi dan tugu kampung di Desa Beamese.
Total anggaran yang digelontorkan dalam program ini sebesar Rp1.484.000.000 dengan rincian dana APBD Kabupaten Manggarai senilai Rp 1 miliar dan anggaran dari PJO TMMD ssenilai Rp484 juta.
Terkait pelaksanaan program ini, Brigjen TNI Hendro Cahyono dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT dan Pemda Manggarai yang telah menganggarkan APBD untuk mendukung leterlaksanaan prpgram TMMD ini.
Kata dia, TMMD ke 126 merupakan tahap akhir tahun anggaran 2025 yang bertujuan untuk mempercepat kemajuan pembangunan di wilayah pedesaan, meningkatkan kesejahteraan sosial dan membuka akses serta fasilitas sosial yang pebih memadai.
Secara umum, terang dia, sasaran program TMMD dibangun dengan pertimbangan kebutuhan prioritas masing-masing wilayah yang meliputi kegiatan pembangunan jalan dan jembatan, deuker, poskamling, pembangunan rumah tidak payak huni, pembuatan sanitasi MCK, rahab tempat ibadah, sumur bor, penanaman pohon, swasembada bantuan bibit perikanan serta bantuan sosial paket stunting.
“Dengan pembangunan infrastruktur di 50 Kabupaten dan kota secara otomatis semakin menggerakan roda perekonomian di daerah, mempermudah mobilitas warga dalam beraktivitas sehari-hari dan memperlancar distribusi usaha pertanian”, terang Brigjen Hendro. (**)
Laporan: Adrianus Paju




