RUTENG, BERITA FLORES- Pemkab Manggarai telah mengusulkan perbaikan titik ruas jalan kabupaten melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) yang kini telah mendapat anggaran di tahun 2025.
Program perbaikan itu salah satunya di ruas jalan Simpang Tiga Wae Rebo- Batas Kabupaten di tiga wilayah desa seperti Desa Wongka, Kecamatan Satar Mese Barat.
Rencana perbaikan jalan itu pun telah disosialisasikan oleh Pemkab Manggarai melalui Dinas PUPR bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga masyarakat antusias melakukan berbagai persiapan.
Dengan pagu anggaran sebesar Rp 16,9 miliar atau nyaris mencapai 17 miliar, proses perbaikan disebut-sebut dapat menjangkau hingga sepanjang 5 km.
Rincian rencana pekerjaan diantaranya; aspal 5 stengah meter, eksisting dengan lebar 3 meter dan bahu kiri-kanan dibuat dengan rabat beton hingga beberapa spot tertentu yang akan di buat dengan berpasangan batu.
Sementara terhadap pelaksanaan, telah dikontrak pada tanggal 9 Oktober 2005, yang kemudian ditargetkan selesai pada tanggal 30 Desember 2005 mendatang.
Lantas, bagaimana respon masyarakat setempat atas kehadiran proyek melalui program IJD di wilayah mereka?
Menjawab BeritaFlores, Alosius Kalu, salah warga desa Wongka menyampaikan apresiasi atas kehadiran program itu di wilayah mereka.
Menurutnya, sebagai masyarakat penerima manfaat hadirnya program ini, tentu dirinya merasa antusias dan menerima dengan senang hati serta berharap tidak ada hambatan sedikitpun dalam proses pelaksanaan kerjanya.
“Kami sebagai masyarakat sangat bersyukur atas pembangunan jalan ini yang dengan tanpa hambatan sedikitpun. Program ini kami terima dengan senang hati,” ungkap Alosius belum lama ini.
Karena itu Alosius menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dari BPJNT NTT, Pemkab Manggarai melalui Dinas PUPR yang telah bersusah payah menghadirkan program ini demi masyarakat Satar Mese Barat.
Senada disampaikan Primus, seorang warga lainnya yang turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan daerah yang telah memperhatikan kebutuhan infrastruktur di wilayah mereka.
Ia mengatakan, pembangunan jalan nasional ini akan membuka akses ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada hasil pertanian dan perkebunan.
“Kami sangat bersyukur karena pembangunan ini menjadi harapan besar warga Satar Mese Barat. Akses jalan yang memadai akan memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kalis, warga dari desa Satar Lenda, yang juga turut mendukung atas pelaksanaan proyek tersebut.
Kalis menuturkan, perbaikan jalan ini sangat membantu beban masyarakat selama ini, sebab khususnya dalam mengakses hasil pertanian warga setempat.
“Ini berkah, karena itu kami juga siap mendukung. Jalan ini sangat penting untuk memperlancar transportasi hasil pertanian kami ke pasar,” kata Kalis.
Dengan telaksananya program ini, Pemkab Manggarai dan BPJN NTT optimistis pembangunan jalan nasional di Kecamatan Satar Mese Barat dapat berjalan dengan lancar. **
Laporan : Yasintus Hande




