Dokter asal Australia berpose bersama bupati dan wakil bupati Manggarai usai acara. (Foto: Humas Pemkab Manggarai).

RUTENG, BERITA FLORES– Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus,SH.,MH menerima kunjungan perhimpunan dokter bedah asal Australia Jumat, 10 Agustus 2018.

Dokter yang tergabung dalam OSSAA (Overseas Specialist Surgical Association of Australia) tersebut diterima pemerintah di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai. Pertemuan dimulai pukul 13.00 Wita.

Tim dokter bedah berjumlah tujuh orang terdiri dari dua orang dokter bedah plastik, dua orang dokter anestesi, dan dua lainya perawat. Mereka didampingi seorang Koordinator.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Manggarai, Deno Kamelus dan Wakil Bupati Manggarai Victor Madur mendengarkan laporan tertulis tim dokter bedah asal Australia.

Para dokter melaporkan proses pelaksanaan program pelayanan operasi plastik dan rekonstruksi kepada penderita bibir sumbing dan palatum (langit-langit mulut), serta luka bakar.

Dilaporkan kegiatan pelayanan tersebut telah digelar mulai tanggal 4 hingga 10 Agustus 2018 di Rumah Sakit St. Rafael Cancar, Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan data OSSAA, pasien yang telah sukses menjalani pembedahan sebanyak 59 pasien dan 113 pasien lainnya hanya melakukan konsultasi.

Menanggapi laporan para dokter asal Australia tersebut, bupati Deno Kamelus memberikan apresiasi. Bupati Deno juga menyampaikan terima kasih atas digelarnya kegiatan kemanusiaan itu.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Manggarai serta pasien, kami menyampaikan terima kasih,”

“Ini adalah kerja kemanusiaan. Kami merasa dibantu dengan kehadiran para dokter dari Australia ini,” kata bupati Deno di hadapan para dokter.

Ia juga menyebut bahwa dokter spesialis bedah yang ada di Kabupaten Manggarai sangat terbatas. Dokter bedah umum maupun bedah plastik sangat terbatas. Oleh karena itu, bupati Deno berharap, kerjasama tersebut terus dilanjutkan.

“Saya berharap agar kerja sama yang dimulai sejak tahun 1993 ini akan terus berlanjut. Kalau ada upaya yang kita lakukan untuk mempercepat proses, termasuk kontak antara bupati dengan para dokter lewat email, akan kita laksanakan. Karena ini kerja kemanusiaan,” urai dia menjelaskan.

Ketua DPD PAN itu pun berharap kepada para suster di Rumah Sakit St. Damian Cancar untuk memberikan masukan agar mempersiapkan dengan baik supaya berjalan dengan efektif.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator rombongan, dokter Mark menyampaikan rasa bangganya sebab telah membantu para pasien di Manggarai.

Ia menjelaskan selain melakukan bedah khusus pasien, kehadiran para dokter asal Australia itu juga bertujuan memberikan pendidikan kepada para tenaga medis.

Dengan pendidikan, diharapkan dapat meningkatkan keahlian para tenaga medis lokal untuk dapat melayani pasien-pasien dengan keterbatasan
fisik.

“Kunjungan kami ini bukan semata kemanusian tapi juga mentransfer ilmu kepada dokter muda, fisioterapi untuk saling membantu dan mendukung. Karena itu hal ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami bisa membantu di Manggarai terutama di Cancar. Saya pribadi sudah 20 kali berkunjung di Cancar,” ujar dr. Mark.

Sementara itu Direktur Rumah Sakit St. Rafael Cancar, Suster Franseline S.SPs mengaku bangga atas dukungan dari pemerintah terkait kehadiran para dokter ahli bedah asal Australia.

Dukungan tersebut berupa bantuan obat-obatan dan tenaga Postoperatif yang diberikan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.

“Kami telah mendapatkan bantuan obat-obatan dan tenaga Postoperatif dari dinas kesehatan. Karena itu Kami menyampaikan terima kasih atas semua penerimaan dan keterbukaan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai,” tutupnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dr. Yulianus Weng bersama Direktur RSUD dokter Ben Mboi, dr. Elisabeth Elfrida Adur. (NAL/FDS/BEF).

Previous articleTPDI: Bila Mahar Terbukti, Pencalonan Sandiaga Uno Bisa Batal
Next articleMatim Setelah PHPKada 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here