• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Tuesday, August 25, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jakarta Beberapa Detik

by Redaksi Berita Flores
5 August 2018
in HEADLINE, OPINI, SOSIAL BUDAYA
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Alfred Tuname

“Halim Perdana Kusuma” sangat ramai di sore itu. Manusia dan kendaraan berseliweran merampas waktu. Tak ketinggalan tas dan kover yang bawa. Manusia ada dengan tujuannya masing-masing. Entah dari mana dan ke mana tak pernah kita tahu. Pengetahuan sosio-antropologi hanya menjadi pentunjuk awal tentang asal-asul seseorang. Selebihnya, entalah.

Seseorang yang baru datang ke Jakarta akan merasa “ketinggalan pesawat”. Nyaris tak ada yang begitu hiruk-pikuk jika di bandingkan dengan beberapa tempat di daerah di Indonesia. Cepat dan cepat. Itu saja. Setiap detik, orang berganti di retina mata.

Thus fulus menjadi “tanda pengenal” yang sama. “Kencing aja, bayar bang!”. Begitu suara samar-samar terdengar. Itulah Jakarta. Semua serba bayar. Uang bisa bayar serba. Namanya ibu kota negara, velositas uang harus berputar cepat. Jika tidak, Jakarta bisa mampus menjadi kota mati. Jelas saja, jika begitu Indonesia juga bisa ambruk.

Tak usah banyak protes. Nikmati saja alur jalan pikir dan jalan raya ibu kota. Toh, nanti juga terbiasa. Terlalu banyak protes juga tidak baik, sebab protes hanya untuk manusia yang lamban dan lemah: otot dan otak. Copet saja satu bentuk “kerja” kreatif di ibu kota. Bukan soal moral, tetapi perihal kesempatan bertahan hidup biar tak redup. Tentu copet berbeda dengan korupsi, sebab korupsi itu soal rakus dan tamak. Bukan bertahan hidup.

Hidup Jakarta, selain dibutuhkan akal kreatif, dibutuhkan juga keberanian:keberanian mengambil langkah dan risiko. Seorang driver Grab mengambil risiko dengan meninggalkan korporasi angkutan Blue Bird. Dulu, Jakarta itu “lautan biru”  (biru warna taxi Blue Bird). Sekarang, Jakarta itu “lautan hijau” (Hijau warna Grab dan Gojek). Persis pemimpin Jakarta yang lahir dari militansi “partai hijau”.

Bagi seseorang yang baru datang ke Jakarta, keberanian untuk bertanya itu sangat penting. Pernyataan menjadi “lampu hijau” untuk melangkah, setidaknya mengenal kota Jakarta. Tak usah sok tahu. Malu bertanya bisa sesat di kamar.

Dapat dipahami, seorang dari daerah akan merasa kejang-kejang (shock) melihat Jakarta yang sangat maju. Semua serba canggih dan indah, meskipun watak kebinatangan manusia masih dijumpai di keramaian jalan. Apa saja ada di Jakarta. Mulai dari yang halal sampai haram tersedia. Kadang antara halal dan haram hanya dibatasi oleh satu sekat plastis yang tipis. Soal moral dan etika, itu cuma ada saat sarapan pagi. Selebihnya, survival of the fittest!

Seorang pendatang akan menjumpai praktik seleksi alam dalam teori Darwin di Jakarta. Berjalan kakilah malam-malam hingga subuh. Saat itu akan terlihat mobil-mobil mewah berlarian kencang melahap jalan, sementara di trotoar dan depan toko ada tikus-tikus sedang bermain di kaki orang miskin yang sedang tidur. Tampaknya, fakir miskin dan orang-orang terlantar dilindungi dan pelihara tikus. Di trotoar, tikus lebih perkasa tinimbag kucing. Maklum, kucing cuma satu, tikusnya beratus-ratus.

Persis dalil Rocky Gerung, “bagi orang miskin, hidup adalah tragedi; bagi orang kaya, hidup adalah komedi”. Miskin itu menyedihkan. Yang lihat pun sedih, apalagi mereka yang merasakan. Berbeda dengan orang kaya, hidup itu penuh perlombaan dan permainan. Apa pun bisa diatur, asal dekat dengan sang pengatur dan fulus.

Apa pun situasinya, tetap ada “manusia” di Jakarta. Mereka adalah orang yang penikmat kasih dan pembawa cinta. Maksudnya, manusia yang punya rasa kemanusiaan. Siapa mereka? Mereka adalah saudara dan keluarga.

Jika bukan, mereka adalah homo economicus. Jasa diukur dengan harga yang harus dibayar. Selebihnya, jangan harap.

Kenallah Jakarta dan kehidupannya. Waspada dan bertanya itu penting. Biar kelak tidak diperdaya atau dikibuli orang lain, seperti kandidat kalah Pilkada dikibuli calo cebol yang menawarkan pengacara-pengacara “kawe” untuk berperkara di Mahkamah Konstitusi. Sangat memalukan, bukan?

“Sapa suru datang Jakarta, aduhai sayang?”

Alfred Tuname

Esais

 

 

 

 

BacaJuga

Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

22 August 2026
Julie dan Viktor Laiskodat Sambangi Posko Pengungsian Penyandang Disabilitas, Jangkau Kelompok Rentan Pascagempa Flores

Julie dan Viktor Laiskodat Sambangi Posko Pengungsian Penyandang Disabilitas, Jangkau Kelompok Rentan Pascagempa Flores

22 August 2026

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

13 August 2026
Penertiban Hewan Penular Rabies jenis Anjing di Desa Rado, Kecamatan Cibal - Foto: Istimewa

Bocah 7 Tahun di Rado jadi Korban Gigitan Anjing Rabies, Camat Cibal Perketat Upaya Penertiban HPR di Seluruh Desa

12 August 2026

ARTIKEL TERKINI

Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

Lewat NasDem Peduli, Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako dan Obat di Manggarai

22 August 2026
Julie dan Viktor Laiskodat Sambangi Posko Pengungsian Penyandang Disabilitas, Jangkau Kelompok Rentan Pascagempa Flores

Julie dan Viktor Laiskodat Sambangi Posko Pengungsian Penyandang Disabilitas, Jangkau Kelompok Rentan Pascagempa Flores

22 August 2026

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

13 August 2026
Penertiban Hewan Penular Rabies jenis Anjing di Desa Rado, Kecamatan Cibal - Foto: Istimewa

Bocah 7 Tahun di Rado jadi Korban Gigitan Anjing Rabies, Camat Cibal Perketat Upaya Penertiban HPR di Seluruh Desa

12 August 2026

BANYAK DIBACA

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

Lantik Agus Supratman Jadi Camat Lamba Leda Utara, Bupati Agas: Pertahankan Integritas dan loyalitas 

Pancaran Express di Kembur, Borong Resmi Dibuka

Bocah 7 Tahun di Rado jadi Korban Gigitan Anjing Rabies, Camat Cibal Perketat Upaya Penertiban HPR di Seluruh Desa

Warta FC Raih Tiga Poin Usai Bungkam Barta FC 1-0 di Rahong Cup II

Dukungan PAUD Satar Loung Bagi Akses Pendidikan Anak Disabilitas di Desa Satar Loung

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores